Lebaran, Pertamina Belum Naikkan Harga Pertalite

Pertamina akan memikirkan cara agar kinerja keuangan perusahaan plat merah ini tidak sampai anjlok

Lebaran, Pertamina Belum Naikkan Harga Pertalite
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
PENGISIAN BBM - Petugas melakukan pengisian BBM untuk kendaraan pemudik di Rest Area KM 321 Tol Fungsional Pemalang-Batang, Jawa Tengah, Senin (11/6/2018). Selama arus mudik Lebaran 2018, PT Pertamina menyediakan kios BBM di jalur tol fungsional dengan jenis Pertamax dan Dexlite kemasan satu dan 10 liter. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - PT Pertamina (Persero) masih belum memutuskan untuk mengubah harga BBM umum yang dijual di SPBU Pertamina.

Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, hingga kini Pertamina belum mempertimbangkan kenaikan harga BBM Umum terutama jenis pertalite.

Nicke bilang Pertamina ingin menjaga harga pertalite tetap sama seperti saat ini. "Kami, pertalite tidak (naik). Keep as it is saja," imbuh Nicke.

Namun Nicke belum menyebut sampai kapan Pertamina akan menahan harga Pertalite tetap sama. Pastinya saat ini Pertamina masih fokus menjalankan penugasan Pertagas di wilayah Jawa Madura Bali (Jamali).

"Nanti lihat perkembangan, kan semua serba dinamis, pasar ya kita lihat saja. Yang penting ini saja dulu, kami kan dari Perpres sudah diamanatkan bahwa premium  Jamali, ya itu dulu. Tambahan 571 (SPBU) itu, progresnya bagus kok, berjalan terus, itu dulu lah," katanya.

Selain melaksanakan penugasan premium untuk wilayah Jamali, Nicke menyebut Pertamina juga saat ini masih disibukkan dengan antisipasi mudik Lebaran tahun ini.

Dengan begitu kemungkinan besar perubahan harga BBM Umum Pertamina baru akan diputuskan setelah Lebaran.

"Nantilah setelah Lebaran, pokoknya pada mudik dulu deh,"imbuh Nicke.

Dengan begitu, Pertamina akan tetap menanggung selisih harga. Menurut Nicke, Pertamina akan memikirkan cara agar kinerja keuangan perusahaan plat merah ini tidak sampai anjlok. "Ya sudah nanti kami yang pikirkan," katanya.

Pemerintah berusaha meringankan beban selisih harga yang ditanggung Pertamina dengan memberikan tambahan untuk subsidi solar menjadi Rp 2.000 per liter. Selain itu, pemerintah juga memberikan blok-blok migas terminasi sebagai kompensasi bagi Pertamina.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan menyebut ada 12 blok migas produksi yang telah diberikan pemerintah kepada Pertamina sebagai bentuk kompensasi.

Ke-12 blok migas tersebut yaitu Blok Mahakam, Blok ONWJ, Blok Tengah, Blok Attaka, Blok East Kalimantan, Blok North Sumatera Onshore, Blok Sanga-Sanga, Blok Tuban, Blok Southeast Sumatera, Blok Ogan Komering, Blok South Jambi Merang dan Blok Pendopo Raja. (*) 

Artikel ini sudah tayang di kontan.co.id dengan judul Pertamina berencana menahan harga Pertalite https://industri.kontan.co.id/news/pertamina-berencana-menahan-harga-pertalite

Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help