Pilgub Kaltim 2018

MUI Samarinda Serukan Hindari Sogok dan 'Serangan Fajar'

antisipasi menjelang pemilihan di bulan Ramadan sudah melakukan koordinasi dengan Majelis Ulama Kota Samarinda.

MUI Samarinda Serukan Hindari Sogok dan 'Serangan Fajar'
TRIBUN KALTIM/ANJAS PRATAMA
Komisioner KPU Kaltim, Hari Darmanto (baju hitam). 

TRIBUNKALTIM.CO - Badan Pengawas Pemilu Provinsi Kaltim, mengimbau kepada seluruh Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten/Kota mengawasi jelang pencoblosan.

Pengawasan terkait dengan indikasi dugaan money politik (sogok, iming-iming dan 'serangan fajar').

Ini juga terkait pemberian infak dan sedekah atau pembagian ampao tunjangan hari raya (THR). 

Baca: Biasanya Full Make Up, Ternyata Begini Wajah Natural Kylie Jenner, Terlihat Lebih Muda!

Anggota Bawaslu Kaltim, Hari Dermanto mengatakan, besok Bawaslu Kaltim menggelar rapat koordinasi dengan Panwaslu se Kaltim.

"Rapat ini untuk persiapan tim pengawasan menjelang pemilihan," kata Hari kepada Tribun, di kantor Bawaslu Kaltim, Jalan MT Hariyono, Samarinda, Senin (11/6/2018).

Baca: H-5 Lebaran, Penumpang di Bandara SAMS Balikpapan Meningkat Dibanding Tahun Sebelumnya

Menurut dia, antisipasi menjelang pemilihan di bulan Ramadan sudah melakukan koordinasi dengan Majelis Ulama Kota Samarinda.

Kerjasama itu terkait larangan memberikan infak dan sedekah dari paslon Gubernur Kaltim dengan misi mendapatkan dukungan saat pemilihan nanti. 

Kerjasama Bawaslu dengan MUI Kota Samarinda menghasilkan seruan bernomor: 02/MUI-SMD/R/I/1439 H/2018.

Seruan itu antara lain, melakukan solat istikharah. Dan kepada tim sukses agar turut mendidik masyarakat untuk cerdas menggunakan hak pilihnya, jangan melakukan pembodohan kepada masyarakat, dengan menjauhkan sogok, iming-iming, 'serangan fajar' ataupun namanya untuk mempengaruhi pemilih.

Baca: Libur Sekolah, Siswa Beragama Hindu di Balikpapan Lakukan Pasraman

"Jadi seruan itu juga kita uraikan dengan makna seperti pemberian infak, sedekah ataupun zakat yang dibayarkan bernuasa politik. Ini yang kita khawatirkan terjadi. Makanya kami antisipasi dengan menggandeng MUI," jelas Hari.

Terpisah, Anggota Bawaslu Kaltim Galeh Akbar Tanjung menambahkan, kerjasama itu saat ini masih dengan MUI Kota Samarinda. Ia berharap seluruh MUI Kabupaten/Kota bisa berpartisipasi  menjelang pemilihan Pilgub Kaltim. 

"Kerjasama ini tujuannya baik untuk menjaga kedamaian dan menghindari kecurangan. Bawaslu berharap MUI se Kaltim juga memberikan seruan untuk menjaga pilgub ini berjalan tanpa melakukan cara-cara yang dilarang sesuai agama," tambahnya. 

Baca: Kapolda dan Pangdam Pantau Posko Bandara SAMS Balikpapan, Status Siaga Tak Dicabut

Galeh menilai, dengan adanya seruan dari MUI bisa memberikan pencerahan kepada warga Kaltim maupun tokoh masyarakat.

"Sebelum menentukan pilihannya. Dan yang lebih penting pesan sogok, iming-iming dan 'serangan fajar' menjadi perhatian dari MUI," tambah Galeh.

Penulis: Budhi Hartono
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help