Arus Mudik

Musim Mudik, Jangan Bercanda Soal Bom di Pesawat

salah satu oknum warga Kabupaten Berau pernah diturunkan dari pesawat, karena mengaku membawa bom dalam barang bawaannya.

Musim Mudik, Jangan Bercanda Soal Bom di Pesawat
tribunkaltim.co/geafry necolsen
Ilustrasi. Pesawat mendarat di Bandara Kalimarau, Tanjung Redeb, Kabupaten Berau. 

TRIBUNKALTIM.CO – Keamanan dan keselamatan penerbangan merupakan skala prioritas bagi pengelola bandara maupun maskapai penerbangan. Itu sebabnya, seluruh bandara menjadi objek vital nasional.

Saat tengah berada di sebuah objek vital, masyarakat diharap bisa berlaku sepantasnya. Namun akhir-akhir, banyak kejadian, di mana pengguna jasa bandara dan penerbangan yang diamankan aparat kepolisian, hanya karena bercanda yang tidak pada tempatnya. Seperti mengaku membawa bom.

Padahal, bahan peledak dalam dunia penerbangan adalah isu yang sangat sensitif. Karena itu, Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kalimarau, terus mensosialisasikan aturan penerbangan kepada masyarakat Berau, khususnya Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan pada Pasal 437.

Baca: Dari Kerangka Berusia 3.800 Tahun Ini Terungkap Wabah Pes, Tewaskan 20 Juta Orang Eropa

Terlebih lagi menjelang musim mudik lebaran tahun 2018 ini, di mana mobilisasi masyarakat melalui transportasi udara sedang padat.

“Yang perlu menjadi perhatian adalah informasi palsu, bercanda hal-hal yang tindak pantas dan tidak pada tempatnya, contohnya mengaku-ngaku membawa bom atau memberi informasi di pesawat ada teroris,” ujarnya, Senin (11/6/2018)

Kasus seperti ini kerap terjadi di berbagai bandara, pelakunya mulai dari pejabat, anggota polisi hingga para pejabat negara.

Bahkan salah satu oknum warga Kabupaten Berau pernah diturunkan dari pesawat, karena mengaku membawa bom dalam barang bawaannya.

Baca: Mengalahkan Popularitas WhatsApp, Berikut 7 Fakta Tik Tok yang Mendunia hingga Disalahgunakan

“Selain bercanda, jangan sekali-kali membawa barang-barang yang tidak diperbolehkan karena bisa berdampak pada keselamatan dan keamanan penerbangan,” tegasnya. Penumpang atau siapapun yang memberikan informasi palsu, termasuk bercanda membawa bom bisa dipidana penjara, sesuai dengan sanksi ketentuan Pasal 437.

Setelah mencuat berbagai tindakan teroris di beberapa daerah, Bandara Kalimarau juga telah memperketa pengamanan. "Kami sudah melakukan kerja sama dengan aparat kepolisian bandara, Skadron 13/Serbu dan Kodim 0902/TRD," kata Bambang.

Baca: Mengalahkan Popularitas WhatsApp, Berikut 7 Fakta Tik Tok yang Mendunia hingga Disalahgunakan

Pengetatan sisi keamanan bandara juga mengacu pada instruksi Dirjen Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan Nomor 3/2018tentang Peningkatan Kewaspadaan Keamanan di Bandar Udara.

Peningkatan pengamanan tersebut terus dilakukan sebagai bagian dari pengamanan arus mudik tahun 2018 ini. “Karena itu, kami kembali mengingatkan, agar masyarakat berlaku sepantasnya,” tandas Bambang.

Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help