Liga Indonesia

Borneo FC Dijatuhi Sanksi Denda Oleh PSSI

Selain itu Borneo FC juga mendapat teguran keras karena dianggap melakukan protes berlebihan tim dan adanya official tim yang tidak

Borneo FC Dijatuhi Sanksi Denda Oleh PSSI
Ho / Borneofc.id
Muhammad Sihran (baju oranye) mencatatkan debutnya bersama Borneo FC saat bersua PSMS Medan di stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, Jumat (1/6/2018) kemarin. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Libur Liga 1 2018, Borneo FC, Klub asal Samarinda, Kalimantan Timur itu tengah diterpa kabar buruk terkait sanksi. Komisi Disiplin PSSI resmi menjatuhkan sanksi ke Borneo FC akibat keributan yang terjadi pada laga kontra Bhayangkara FC di stadion PTIK, Jakarta, Minggu (27/5) silam.

Komdis menjatuhkan sanksi ke Borneo FC lantaran pemain dan pelatihnya terlibat keributan di lapangan sesaat setelah gagalnya tendangan penalti Bhayangkara FC.

Pelatih Borneo FC, Dejan Antonic, didenda Rp 25 juta dengan dakwaan melakukan protes berlebihan hingga keluar area teknik. Selain itu Borneo FC juga mendapat teguran keras karena dianggap melakukan protes berlebihan tim dan adanya official tim yang tidak terdaftar di DSP tetapi mendekat ke area bangku cadangan.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Borneo FC, Hariansyah mengatakan pihaknya telah menerima surat dari komisi disiplin.

Hariansyah menjelaskan Keributan yang terjadi di laga melawan Bhayangkara bukanlah hal yang disengaja. Menurutnya kejadian itu hanya bagian dari refleks para pemain dan pelatih ketika tendangan penalti Paulo Sergio di menit akhir gagal bersarang ke gawang Borneo FC. Gagalnya penalti tersebut sangat berarti bagi Pesut Etam, sebab mampu mencuri satu poin di kandang lawan. Laga tersebut berakhir dengan skor 1-1, gol Borneo FC dicetak Marlon da Silva.

"Memang sempat ada protes soal keputusan wasit, pelanggaran di kotak penalti di menit akhir pertandingan, yang berbuah tendangan penalti, karena sangat aneh. Tapi setalah tendangan pinalti tim lawan gagal mencetak gol, tim kita refleks ke arah bench wasit dan bench tim lawan," ungkap Hariansyah kepada Tribunkaltm.co di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, Senin (11/6).

Ia menegaskan tindakan tersebut bukanlah bentuk protes, melaikan luapan kegembiraan. Sebab pihaknya menilai ada kejanggalan dalam keputusan wasit menunjuk titik putih.

"Itu bukan protes tapi euforia, gembira karena keputusan pelanggaran dari wasit yang aneh menurut kami itu tidak direstui Tuhan. Sebelum kejadian itu tim lawan selalu menggunakan bahasa kasar ke arah bench Borneo FC," ujarnya.

Saat ini tim tengah diliburkan, sehingga terkait sanksi tersebut pihaknya akan mendalami lebih lanjut untuk memutuskan banding ataupun menerim sanksi. (dmz)

Penulis: Cornel Dimas Satrio Kusbiananto
Editor: Martinus Wikan
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help