Liga Indonesia

Borneo FC Harus Rogoh Kocek Hingga Rp 105 Juta Akibat Sanksi PSSI

Sanksi pertama didapat Borneo FC saat laga kandang melawan Persebaya Surabaya di stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, Jumat (11/5/2018).

Borneo FC Harus Rogoh Kocek Hingga Rp 105 Juta Akibat Sanksi PSSI
HO/Borneo FC
Kapten Borneo FC, Diego Michiels bersama rekan-rekannya berlatih di lapangan Dispora, Magelang, jelang laga melawan PSIS Semarang, Senin (4/6/2018). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Borneo FC menjadi salah satu klub yang panen sanksi dari Komisi Disiplin di Liga 1 2018. Putaran pertama Liga 1 2018 belum selesai, Pesut Etam justru sudah mengoleksi setidaknya 6 sanksi.

Tak tanggung-tanggung, nominal sanksi yang dijatuhkan ke Borneo FC mencapai Rp105 juta.

Sanksi pertama didapat Borneo FC saat laga kandang melawan Persebaya Surabaya di stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, Jumat (11/5/2018).

Komisi Disiplin menjatuhkan sanksi kepada panpel Borneo FC denda Rp30 juta akibat

Gagal memberikan rasa aman dan nyaman terhadap perangkat pertandingan. Komisi Disiplin juga menjatuhkan sanksi kepada salah satu anggota panpel karena melakukan pemukulan terhadap Asisten wasit I. Sanksi berupa larangan beraktivitas sepakbola di lingkungan PSSI selama 12 bulan.

Pekan selanjutnya, Borneo FC kembali mendapat sanksi saat timnya melakoni laga away melawan PSM Makassar di Stadion Andi Matalatta, Sabtu (19/5/2018).

Di laga itu, striker Borneo FC, Titus Bonai mendapat sanksi larangan bermain 4 laga dan denda Rp. 50 juta akibat protes dengan cara mengejar wasit. Marlon Da Silva juga terkena sanksi teguran keras akibat protes berlebihan.

Pelatih Kepala Borneo FC, Dejan Antonic ikut ?endapat teguran keras karena protes berlebihan terhadap wasit di laga itu.

Teranyar, Borneo mendapat sanksi usai laga melawan Bhayangkara FC, Minggu (27/5/2018). Pelatih Borneo FC, Dejan Antonic, didenda Rp 25 juta karena dianggap melakukan protes berlebihan hingga keluar area teknik. Borneo FC juga mendapat teguran keras karena melakukan protes berlebihan tim dan adanya ofisial tim yang tidak terdaftar di DSP tetapi mendekat ke area bangku cadangan.

Menanggapi hal itu, manajemen Borneo FC berjanji akan melakukan evaluasi terhadap timnya. Pasalnya denda yang harus dibayar tak sedikit. Apalagi kompetisi baru memasuki pekan ketigabelas.

"Kami akan lakukan evaluasi kedepannya. Kami berharap ini menjadi pelajaran untuk tim, agar lebih tenang. Tapi sepakbola itu penuh dengan adrenalin selama 90 menit. Kita tidak tahu dinamika apa yang muncul di lapangan," ungkap sekretaris tim Borneo FC, Hariansyah kepada tribunkaltim.co di stadion Segiri, Kalimantan Timur , Senin (11/6). (dmz)

Penulis: Cornel Dimas Satrio Kusbiananto
Editor: Martinus Wikan
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help