Jadi Isu Sensitif dalam Penerbangan, Penumpang Pesawat Dilarang Ucapkan Kata Ini

Keamanan dan keselamatan penerbangan merupakan skala prioritas bagi pengelola bandara maupun maskapai penerbangan.

Jadi Isu Sensitif dalam Penerbangan, Penumpang Pesawat Dilarang Ucapkan Kata Ini
Humas Polres Banyuwangi
Anggota DPRD Banyuwangi diminta turun dari pesawat karena mengaku membawa bom dalam tasnya. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Keamanan dan keselamatan penerbangan merupakan skala prioritas bagi pengelola bandara maupun maskapai penerbangan. Itu sebabnya, seluruh bandara menjadi objek vital nasional.

Saat tengah berada di sebuah objek vital, masyarakat diharap bisa berlaku sepantasnya. Namun akhir-akhir, banyak kejadian, di mana pengguna jasa bandara dan penerbangan yang diamankan aparat kepolisian, hanya karena bercanda yang tidak pada tempatnya.

Padahal, bahan peledak dalam dunia penerbangan adalah isu yang sangat sensitif. Karena itu, Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kalimarau, terus mensosialisasikan aturan penerbangan kepada masyarakat Berau, khususnya Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan pada Pasal 437.

Baca: Muhammadiyah dan Prediksi Nahdlatul Ulama 1 Syawal Jatuh di Tanggal yang Sama

Terlebih lagi menjelang mudik Lebaran 2018 ini, dimana mobilisasi masyarakat melalui transportasi udara sedang padat.

"Yang perlu menjadi perhatian adalah informasi palsu, bercanda hal-hal yang tindak pantas dan tidak pada tempatnya, contohnya mengaku-ngaku membawa bom atau memberi informasi di pesawat ada teroris," ujar Bambang Hartato, Kepala Bandara Kalimarau, Senin (11/6)

Kasus seperti ini kerap terjadi di berbagai bandara, pelakunya mulai dari pejabat, anggota polisi hingga para pejabat negara. Bahkan salah satu oknum warga Berau pernah diturunkan dari pesawat, karena mengaku membawa bom dalam barang bawaannya.

"Selain bercanda, jangan sekali-kali membawa barang-barang yang tidak diperbolehkan karena bisa berdampak pada keselamatan dan keamanan penerbangan," tegasnya. Penumpang atau siapapun yang memberikan informasi palsu, termasuk bercanda membawa bom bisa dipidana penjara, sesuai dengan sanksi ketentuan Pasal 437.

Baca: Ada-ada Saja Tingkah Pemudik Motor, Minta Maaf Masih Jomblo sampai Ada yang Bawa Calon Istri

Setelah mencuat berbagai tindakan teroris di beberapa daerah, Bandara Kalimarau juga telah memperketa pengamanan. "Kami sudah melakukan kerja sama dengan aparat kepolisian bandara, Skadron 13/Serbu dan Kodim 0902/TRD," kata Bambang.

Pengetatan sisi keamanan bandara juga mengacu pada instruksi Dirjen Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan Nomor 3/2018tentang Peningkatan Kewaspadaan Keamanan di Bandar Udara.

Peningkatan pengamanan tersebut terus dilakukan sebagai bagian dari pengamanan arus mudik tahun 2018 ini. "Karena itu, kami kembali mengingatkan, agar masyarakat berlaku sepantasnya," tandas Bambang. (*)

Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help