Bandara Maratua Kehilangan Induk, Mampukah Berdiri Sendiri?

Perubahan status Bandara Udara (Bandara) Kalimarau, menjadi Badan Layanan Umum, berdampak terhadap pengelolaan Bandara Maratua, Kabupaten Berau.

Bandara Maratua Kehilangan Induk, Mampukah Berdiri Sendiri?
TRIBUN KALTIM/GEAFRY NECOLSEN
Bandara Maratua, memiliki potensi untuk berkembang pesat, lantaran bandara ini berada di pulau wisata yang dikunjungi ribuan wisatawan setiap tahunnya. 

Laporan wartawan Tribun Kaltim, Geafry Necolsen

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB -  Perubahan status Bandara Udara (Bandara) Kalimarau, menjadi Badan Layanan Umum, berdampak terhadap pengelolaan Bandara Maratua, Kabupaten Berau.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Satuan Pelaksana Bandara Maratua, Budi Sarwanto.

Menurutnya, Bandara Maratua saat ini berada di bawah kewenangan Kementerian Perhubungan, (Kemenhub) Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Dithubud).

"Itu artinya Bandara Maratua sekarang berada di bawah pengelolaan Bandara APT Pranoto, Samarinda," ungkap Budi Sarwanto, Rabu (13/6/2018).

Namun Budi menambahkan, berdasarkan informasi yang diperolehnya, Bandara APT Pranoto rencananya akan diserahkan kepad PT Angkas Pura I.

Baca: Injakkan Kaki di Rusia, Foto Mohamed Salah Menuai Kontroversi

Menurutnya, jika APT Pranoto Diserahkan kepada Angkasa Pura, makan status Bandara Maratua menjadi tidak jelas.

“Kalau rencana itu (APT Pranoto dikelola oleh Angkasa Pura), maka rencana Bandara Maratua menginduk ke Bandara APT Pranoto sudah tidak bisa lagi," jelasnya.

Budi memamparkan, sebelumnya Bandara Maratua menginduk ke Bandara Klaimarau, Berau.

Namun setelah Badnara Kalimarau naik kelas, menjadi Kelas I, Bandara Maratua menginduk ke Bandara Temindung, termasuk  sistem pengelolaan keuangannya.

Halaman
12
Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help