Relationship

Perantau Jomblo, Siap-siap Diinterogasi Kapan Nikah! Sebenarnya Apa Efeknya bagi yang Ditanya?

Lebaran musimnya mudik bagi para perantau. Bagi yang masih jomblo atau belum menikah meski usianya sudah mapan, kadang menjadi beban.

Perantau Jomblo, Siap-siap Diinterogasi Kapan Nikah! Sebenarnya Apa Efeknya bagi yang Ditanya?
theodysseyonline.com
Ilustrasi 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Lebaran musimnya mudik bagi para perantau. Bagi yang masih jomblo atau belum menikah meski usianya sudah mapan, kadang menjadi beban saat pulang ke kampung halaman.

Salah satunya, ketika "dihujani" pertanyaan, " Kapan nikah?".

Menjelang Lebaran, bahkan ada toko yang menjual kaus bertuliskan, "Tolong jangan tanya kapan nikah".

Fenomena lainnya, para pemudik yang masih jomblo, menuliskan kata-kata yang ditempel di tas atau sepeda motornya dengan beragam pesan.

Bagi yang membacanya, kata-kata seperti "Tidak mudik bawa calon menantu" dan sebagainya mungkin lucu.

Tetapi, bisa jadi hal itu cara untuk membentengi diri agar tak ditanya pertanyaan terkait status dan lain-lain.

Baca: Ada-ada Saja Tingkah Pemudik Motor, Minta Maaf Masih Jomblo sampai Ada yang Bawa Calon Istri

Secara psikologis, bagaimana efek pertanyaan "Kapan nikah?" yang kerap ditanyakan saat silaturahim keluarga, termasuk pada momen Lebaran?

Psikolog Unit Layanan Psikologi Universitas Sebelas Maret (UNS) Laelatus Syifa, M.Psi, mengatakan, pertanyaan "Kapan nikah" bisa jadi sebenarnya hanya basa-basi.

Akan tetapi, ia mengingatkan, pertanyaan ini bisa menimbulkan efek yang berbeda terhadap masing-masing orang.

"Bisa jadi awalnya pertanyaan ini sebenarnya basa-basi, cenderung tidak terlalu serius, cuma ternyata menimbulkan efek. Efeknya ini berbeda-beda untuk setiap orang," kata dia saat dihubungi Kompas.com, Selasa (12/6/2018).

Halaman
123
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved