Sadis, Begini Cara Anca Habisi Nyawa Sopir Taksi Online Dalam Mobilnya

Darmadi alias Anca pelaku pembunuhan driver taksi online Balikpapan angkat bicara.

Sadis, Begini Cara Anca Habisi Nyawa Sopir Taksi Online Dalam Mobilnya
Tribun Kaltim/M Fachri Ramadhani
Pelaku pembunuhan driver online Balikpapan, Anca diamankan di sel Mapolres Balikpapan, Selasa (13/6/2018) malam kemarin 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Muhammad Fachri Ramadhani

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Darmadi alias Anca pelaku pembunuhan driver taksi online Balikpapan angkat bicara. Di hadapan penyidik ia membeberkan bagaimana ia menghabisi nyawa korban, Handarri (27).

Sadis. Sebuah pistol gas (air shoft gun) jadi alat pertama yang ditembakkan Anca ke kepala korban, Selasa (12/6/2018) kemarin.

Anca mengaku naik pitam lantaran tak terima dengan perkataan korban yang dianggap kasar, sekaligus merendahkan dirinya. Sebagai pengorder jasa transportasi online, sudah jadi haknya untuk diantar ke tempat tujuan.

Baca: Kumpulan Ucapan Selamat Idul Fitri dalam Bahasa Jawa, Lebih Greget Dikirim ke Orangtua

Namun, Anca mengaku korban yang berprofesi sebagai driver online tak mau mengantarkan dirinya ke lokasi tujuan. Pelaku mengaku mengorder dari Indomaret di kawasan Abdi Praja dengan tujuan Perumahan Prona.

Di kawasan Prona Sepinggan, cekcok antara mereka pun terjadi. Korban mengeluh lantaran kondisi jalan yang rusak dan belum dilapisi aspal.

"Ndak mau dia (korban) antar sampai dalam. Gak sampai tujuan, sakit hati saya. Ditambah Dia ngomong kasar. Bayar segitu saja mau enak-enak. Saya antar gak sebanding dengan uang segitu, kata dia. Saya bilang, kalau gitu gak usah taksi online. Tambah panjnag. Jengkel, kesal. Saya tembak pakai pistol gas," ungkap Anca di hadapan penyidik kepolisian.

Baca: Mudik Lebaran, Ruas Tol Cipali Dipadati Antrean Kendaraan

Hanya gara-gara omongan kasar itulah membuat kepala Anca mendidih. Ia kalap. Ditariknya pistol gas, lalu ditembakkannya ke kepala korban. Mobil yang mereka tumpangi kehilangan kendali, lalu menabrak pohon.

Korban sempat keluar dari mobil. Melihat hal itu, Anca bereaksi. Ia mengambil dongkrak yang berada di dalam mobil. Ia mengejar korban yang berusaha lari. Benda keras itu mendarat di kepala korban. Handarri tersungkur tak berdaya.

"Pelaku mengejar dan memukul kepala korban dengan dongkrak mobil milik korban sebanyak 4 kali di bagian kepala. Kemudian melarikan diri," ujar Dirkrimum Polda Kaltim, Kombes Pol Andhi Triastanto melalui Kasubdit Jatanras Kompol Yohanes, Rabu (13/6/2018).

Baca: Demi Layani Warga Tukar Uang Pecahan, Bankaltimtara Tetap Beroperasi di Hari Cuti Lebaran

Usai melakukan olah TKP kemudian berhasil menemukan identitas pelaku. Sekitar pukul 15.00 Wita Tim gabungan kepolisian dari Polsek Balikpalan Selatan, Polres Balikpapan dibackup Jatanraa Polda Kaltim bergerak ke rumah kos terduga pelaku di Prapatan.

Sampai di sana terduga pelaku sudah tidak ada di tempat. Berdasarkan informasi yang dihimpun ia berangkat ke Sangatta dengan menyewa mobil avanza.

"Kami kontek PJR untuk lakukan Razia. Karena pasti saat itu masih berada di kawasan ini," tutur Yohanes.

Baca: Gegara Ciutan Fadli Zon Singgung Kyai Yahya Staquf, Nuruzzaman Keluar dari Gerindra

Sekitar 16.40 wita pelaku berhasil diamankan di kilometer 51 Balikpapan-Samarinda. "Sementara motif pelaku sakit hati terhadap korban," ucapnya.

Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help