Tarif Tol JORR Naik, Politisi Demokrat Sebut Pemerintah seperti Rentenir

Pertama, mendorong kendaraan angkutan barang untuk mematuhi aturan muatan dan dimensi.

Tarif Tol JORR Naik, Politisi Demokrat Sebut Pemerintah seperti Rentenir
IST
Jalan tol 

TRIBUNKALTIM.CO - Kadiv Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean turut memberikan komentar soal tarif Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) yang dikabarkan naik menjadi Rp 15.000.

Dilansir TribunWow.com, hal itu disampaikan melalui akun Twitternya, @FerdinandHutah1, yang diunggah pada Kamis (14/6/2018). 

Sebelumnya diberitakan, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memberlakukan perubahan tarif tol JORR mulai Rabu (20/6/2018) pukul 00.00 WIB.

Setelah perubahan itu, nantinya kendaraan golongan 1 berupa sedan, jip, pikap/truk kecil, dan bus dikenakan tarif Rp 15.000, sedangkan golongan 2 dan 3 tarifnya Rp 22.500, serta golongan 4 dan 5 tarifnya Rp 30.000.

Tarif sebelumnya untuk golongan I sebesar Rp 9.500, golongan II Rp 11.500, golongan III Rp 15.500, golongan IV, Rp 19.000 dan golongan V Rp 23.000.

Tarif baru ini berlaku di ruas-ruas Tol JORR seperti Penjaringan-Kebon Jeruk, Kebon Jeruk-Ulujami, Ulujami-Pondok Pinang, dan Pondok Pinang-Taman Mini.

Terkait hal tersebut, Ferdinand mengatakan jika pemerintah terlihat seperti rentenir yang menghisap kantong rakyatnya.

Bahkan, dirinya menyebut kenaikan tarif tol itu melebihi angka 50 persen.

Lebih lanjut, Ferdinand menilai hal tersebut sangat membebani biaya transportasi. 

Baca juga:

Ini Dia 7 Tradisi Unik Lebaran Khas Nusantara yang Beda Banget dari Negara Lain

Jelang Pembukaan Piala Dunia, Presiden Rusia dan Bos FIFA Nonton Bareng Pertunjukan Ini

Halaman
12
Editor: Kholish Chered
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help