Idul Fitri 2018

Puasa Sunnah 6 Hari di Bulan Syawal, Berturut-turut atau Boleh Terpisah? Ini Tata Caranya

Puasa sunnah selama 6 hari di bulan Syawal berfungsi sebagai penyempurna dari kekurangan ibadah di bulan Ramadhan sebelumnya.

Puasa Sunnah 6 Hari di Bulan Syawal, Berturut-turut atau Boleh Terpisah? Ini Tata Caranya
dailymoslem.com
Ilustrasi 

TRIBUNKALTIM.CO - Ramadhan 1439 H sudah berakhir.

Puasa Ramadhan yang dijalani sebulan penuh juga sudah diakhiri dengan hari kemenangan di Idul Fitri kemarin.

Walau Ramadhan sudah berakhir, masih banyak amalan utama yang dianjurkan untuk dilakukan di bulan Syawal.

Salah satu yang paling terkenal adalah puasa sunnah enam hari di bulan Syawal.

Ada dua hadist terkenal yang menyebutkan puasa sunnah ini.

Pertama: "Barang siapa berpuasa enam hari setelah hari raya Idul Fitri, maka dia seperti berpuasa setahun penuh. [Barang siapa berbuat satu kebaikan, maka baginya sepuluh kebaikan semisal].

Sementara kedua: "Barang siapa berpuasa Ramadhan kemudian melanjutkannya dengan puasa enam hari di bulan Syawwal, maka dia seperti berpuasa satu tahun." (HR. Imam Muslim).

Baca: KM Sinar Bangun Terbalik di Danau Toba, Ini 7 Fakta Peristiwa dan Foto, Video, serta Data Penumpang

Baca: Jelang Pendaftaran CPNS 2018, Pemerintah Siapkan Situs Online yang Bakal Dikunjungi 10 Juta Orang

Baca: Perempuan Wajib Perhatikan Ini, Hindari Buang Air Kecil Sebelum Bercinta, Begini Penjelasannya

Keutamaan Puasa Sunnah 6 Hari di Bulan Syawal

Tribunstyle melansir dari nu.or.id, dari hadit di atas dapat difahami bahwa orang yang berpuasa Ramadhan dan kemudian melanjutkan dengan berpuasa enam hari di bulan Syawwal, maka ia mendapatkan pahala seperti pahalanya orang yang berpuasa setahun.

Artinya pahala itu merupakan balasan dari paket puasa Ramadhan yang dilanjutkan dengan enam hari puasa di bualn Syawal.

Jika ada orang yang tidak puasa Ramadhan tetapi puasa enam hari di bulan syawal maka secara teoritis ia tidak mendapatkan pahala tersebut.

Selain itu, puasa sunnah selama 6 hari di bulan Syawal berfungsi sebagai penyempurna dari kekurangan ibadah di bulan Ramadhan sebelumnya.

Halaman
1234
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved