Debat Terakhir Pilgub Kaltim, Paslon Siap Klarifikasi Isu Korupsi

Berdasarkan pantauan Tribun, seluruh paslon tak terlepas dari isu korupsi hingga penyalahgunaan anggaran.

Debat Terakhir Pilgub Kaltim, Paslon Siap Klarifikasi Isu Korupsi
TRIBUN KALTIM/ANJAS PRATAMA
Suasana debat Pilgub Kaltim di Studio 3 Stasiun Metro TV, Rabu (25/4/2018). 

SAMARINDA, TRIBUN - Pelaksanaan debat akhir (ketiga) Pilkada Kaltim akan digelar hariini Jumat (22/6). Mengambil tema reformasi birokrasi, pelayanan publik, serta korupsi, indikasi isu negatif kepada tiap paslon justru menguat di hari-hari akhir menjelang pencoblosan.

Hal ini pun ikut diakui beberapa paslon saat dikonfirmasi Tribun baik secara pribadi, hingga melalui Ketua Tim Pemenangan mereka, Kamis (21/6). Track record yang sebelumnya pernah terjadi ikut dihubung-hubungkan oleh beberapa media, seputar rekam jejak paslon dalam hal isu korupsi.

Berdasarkan pantauan Tribun, seluruh paslon tak terlepas dari isu korupsi hingga penyalahgunaan anggaran. Andi Sofyan Hasdam, misalnya, disangkut pautkan dengan isu korupsi asuransi DPRD Bontang. Ada pula Syaharie Jaang yang mulai bermunculan isu-isu terkait proses SK Pungli Pelabuhan Palaran. Isran Noor, diisukan pula terkait pemanggilan KPK atas Anas Urbaningrum. Pun demikian dengan Rusmadi, persoalan dana hibah APTISI.

Pasangan calon nomor tiga, Isran Noor dan Hadi Mulyadi saat mengikuti debat Pilkada Kaltim di Stasiun Metro TV, Rabu (25/4/2018).
Pasangan calon nomor tiga, Isran Noor dan Hadi Mulyadi saat mengikuti debat Pilkada Kaltim di Stasiun Metro TV, Rabu (25/4/2018). (TRIBUN KALTIM/MUHAMMAD FACHRI RAMADHANI)

Konten-konten isu negatif menyangkut isu korupsi di hari-hari akhir menuju pencoblosan ini pula yang sempat dikesalkan Isran Noor dalam beberapa hari kegiatan silaturahmi ke beberapa daerah.

Pasalnya, ia merasakan sendiri adanya selebaran konten negatif yang disebar ke rumah-rumah, yang disebut Isran menjelek-jelekkan paslon 2 dan 3. "Ada selebaran ke rumah-rumah. Isinya menjelekkan paslon 2 dan 3. Tetapi, sepetinya targetnya itu saya," ucap Isran saat berada di Balikpapan, Rabu (20/2).

Ia pun kembali menyatakan bahwa hal-hal demikian adalah fitnah menjurus hoax. Isran ikut pula menceritakan proses yang berkaitan dengan pemanggilan KPK tersebut.

"Saya dipanggil KPK itu sebagai saksi, bukan tersangka. Saksi atas kasus Anas Urbaningrum. Katanya (Nazaruddin) saya menerima uang dari Anas. Bagaimana ceritanya. Anas waktu itu Ketua Umum saya di Demokrat. Masa saya yang mendapatkan uang dari Ketua Umum. Logikanya bagaimana?," ucapnya.

Meski demikian, ia menyatakan hal ini wajar saja karena kondisi politik yang memang sudah ada di tanggal-tanggal final.

"Ya, namanya ada yang cari masalah, Insya Allah, paslon kami tak tersangkut ouat dengan korupsi. Selama jadi Asisten Bupati, Wakil Bupati, hingga Bupati, Alhamdulillah tak ada satupun saya tersangkut korupsi. Apalagi wakil saya, Hadi Mulyadi. Beliau itu kerjaannya sebagai kiai, memberilan tausyiah. Ceramah. Tak ada indikasi itu (korupsi)," kata Isran, saat berada di desa Jantur, Kukar, Kamis (21/6)

Pasangan calon nomor 1 Sofyan Hasdam-Rizal Effendi saat mengikuti debat Pilgub Kaltim di Stasiun Metro TV, Rabu (25/4/2018) malam.
Pasangan calon nomor 1 Sofyan Hasdam-Rizal Effendi saat mengikuti debat Pilgub Kaltim di Stasiun Metro TV, Rabu (25/4/2018) malam. (TRIBUN KALTIM/MUHAMMAD FACHRI RAMADHANI)

Sementara itu, terkait isu korupsi untuk paslon Annur, juga dikut dijelaskan Husni Fachruddin, Ketua Tim Pemenangan Annur, saat dikonfirmasi, Kamis (21/6). Ia ikut menjawab apakah isu-isu ini akan diklarifikasi atau tidak dalam debat Jumat ini.

Halaman
123
Penulis: tribunkaltim
Editor: Adhinata Kusuma
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved