Edisi Cetak Tribun Kaltim

Malam Ini, Debat Terakhir Pilgub Kaltim 2018, Paslon Siap Klarifikasi Isu Korupsi 

Mengambil tema reformasi birokrasi, pelayanan publik, serta korupsi, indikasi isu negatif kepada tiap paslon justru menguat menjelang pencoblosan.

Malam Ini, Debat Terakhir Pilgub Kaltim 2018,  Paslon Siap Klarifikasi Isu Korupsi 
tribunkaltim.co
Tribun Kaltim, Jumat (22/6/2018) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pelaksanaan debat akhir (ketiga) Pilgub Kaltim 2018 akan digelar hari ini Jumat (22/6/2018).

Mengambil tema reformasi birokrasi, pelayanan publik, serta korupsi, indikasi isu negatif kepada tiap paslon justru menguat di hari-hari akhir menjelang pencoblosan. 

Hal ini pun ikut diakui beberapa paslon saat dikonfirmasi Tribun baik secara pribadi, hingga melalui Ketua Tim Pemenangan mereka, Kamis (21/6/2018).

Track record yang sebelumnya pernah terjadi ikut dihubung-hubungkan oleh beberapa media, seputar rekam jejak paslon dalam hal isu korupsi. 

Berdasarkan pantauan Tribun, seluruh paslon tak terlepas dari isu korupsi hingga penyalahgunaan anggaran.

Baca: BAE System Dapat Kontrak Sekitar Rp 35 Triliun untuk Kendaraan Tempur Amfibi AS

Baca: Prabowo Menggalang Dana Bantuan untuk Sokong Biaya Politik

Andi Sofyan Hasdam, misalnya, disangkut pautkan dengan isu korupsi asuransi DPRD Bontang. Ada pula Syaharie Jaang yang mulai bermunculan isu-isu terkait proses SK Pungli Pelabuhan Palaran. Isran Noor, diisukan pula terkait pemanggilan KPK atas Anas Urbaningrum. Pun demikian dengan Rusmadi, persoalan dana hibah APTISI. 

Konten-konten isu negatif menyangkut isu korupsi di hari-hari akhir menuju pencoblosan ini pula yang sempat dikesalkan Isran Noor dalam beberapa hari kegiatan silaturahmi ke beberapa daerah. 

Pasalnya, ia merasakan sendiri adanya selebaran konten negatif yang disebar ke rumah-rumah, yang disebut Isran menjelek-jelekkan paslon 2 dan 3. 

"Ada selebaran ke rumah-rumah. Isinya menjelekkan paslon 2 dan 3. Tetapi, sepetinya targetnya itu saya," ucap Isran saat berada di Balikpapan, Rabu (20/6/2018).

Ia pun kembali menyatakan bahwa hal-hal demikian adalah fitnah menjurus hoax. Isran ikut pula menceritakan proses yang berkaitan dengan pemanggilan KPK tersebut. 

Baca: Nissu Cauti, Model Ini Janji Buka Baju Jika Peru Cetak Gol, Lihat Aksi Sebelumnya

Baca: Ternyata Begini Kedekatan Jessica Iskandar dan si Aktor Australia Richard Kyle, Sudah 3x ke Rumah

"Saya dipanggil KPK itu sebagai saksi, bukan tersangka. Saksi atas kasus Anas Urbaningrum. Katanya (Nazaruddin) saya menerima uang dari Anas. Bagaimana ceritanya. Anas waktu itu Ketua Umum saya di Demokrat. Masa saya yang mendapatkan uang dari Ketua Umum. Logikanya bagaimana?" ucapnya. 

Halaman
1234
Penulis: tribunkaltim
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved