HUT Ke 491 Jakarta

Sungai Ciliwung, dari Sinilah Peradaban Jakarta Dimulai

Hari lahir Jakarta merujuk pada tanggal pertempuran tentara Demak pimpinan Sultan Fatahillah dengan pasukan Portugis.

Sungai Ciliwung, dari Sinilah Peradaban Jakarta Dimulai
KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR
Sungai Ciliwung di Bukit Duri, Jakarta Selatan setelah mulai dinormalisasi sejak Juli 2017 lalu. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Tahun 2018 ini, usia Jakarta menginjak 491 tahun.

Hari lahir Jakarta merujuk pada tanggal pertempuran tentara Demak pimpinan Sultan Fatahillah dengan pasukan Portugis di Pelabuhan Sunda Kelapa, tanggal 22 Juni 1527.

Fatahillah menang dalam pertempuran itu.

Daerah yang berhasil dipertahankannya diberi nama baru, Jayakarta atau sekarang Jakarta.

Namun jauh sebelum pertempuran tersebut terjadi beberapa wilayah Jakarta ternyata sudah diperebutkan.

Antara lain oleh kerajaan zaman Hindu-Buddha juga pasca kejayaan kerajaan Mataram Islam.

Baca: Jalan-jalan ke Jakarta yang Sedang Berulang Tahun, 5 Tempat Wisata Ini Wajib Dikunjungi

Salah satu wilayah tertua awal peradaban Jakarta ialah Sungai Ciliwung.

Awal peradabannya terjadi di muara sungai tersebut yang bersentuhan langsung dengan Laut Jakarta di utara.

Sejarawan sekaligus penulis buku sejarah Jakarta Jj Rizal mengatakan awal peradaban Jakarta berada di Sungai Ciliwung, sekitar 5.000 tahun yang lalu.

Jakarta yang kini menuju kota megapolitan berawal dari sebuah bandar atau pelabuhan kecil di muara Sungai Ciliwung pada jaman kerajaan Hindu-Tarumanagara pada abad kelima Masehi.

Baca: Berulang Tahun Ke 491, Ternyata Masih Banyak PR Jakarta yang Belum Selesai

Halaman
12
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved