Pilkada Tarakan

60 Persen TPS di Tarakan Dianggap Rawan

Panitia Pengawas Kota dan Kabupaten (Panwas) dan Bawaslu Provinsi Kaltara.

60 Persen TPS di Tarakan Dianggap Rawan
TRIBUN KALTIM/JUNISAH
Ketua Bawaslu Tarakan Sulaiman 

Laporan wartawan Tribun Kaltim, Junisah

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Untuk melakukan pengawasan di 300 Tempat Pemugutan Suara (TPS) di Kota Tarakan di hari pencoblosan, Rabu (27/6/2018), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tarakan menurunkan sebanyak 500 orang personel pengawas.

Personel pengawasa ini terdiri dari Pengawas Tempat Pemugutan Suara (PTPS), Petugas Pengawas Lapangan (PPL), Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam), Panitia Pengawas Kota dan Kabupaten (Panwas) dan Bawaslu Provinsi Kaltara.

Ketua Bawaslu Kota Tarakan, Sulaiman mengungkapkan, strategi pengawasan yang akan dilakukan pihaknya dengan pengawasan secara terbuka dan tertutup atau senyap.

Baca: Besok Pilkada Serentak 2018, Ayo Jangan Apatis. . . Pilih Pemimpin Terbaikmu!

Pengawasan terbuka dengan menempatkan 1 orang pengawas di masing-masing TPS.

“Kalau pengawasan secara tertutup atau senyap ini akan dilakukan 200 orang pengawas yang tugasnya akan mobile atau patroli di sejumlah TPS-TPS yang kami anggap rawan. Mereka akan mondar mandir melakukan pengawasan yang tentunya orang tidak tahu kalau yang mondar-mandir di TPS tersebut itu petugas pengawas,” ujarnya, Selasa (26/6/2018).

Sulaiman mengatakan, pihaknya telah memetakan sejumlah TPS yang dianggap rawan.

Seperti TPS di Kelurahan Karang Rejo, Karang Balik, Selumit Pantai dan Juata. Indikator TPS yang dianggap rawan versi Bawalsu Tarakan adalah aktor money politik ada di wilayah TPS tersebut.

“Aktor money politic ini adalah orang-orang  yang tergabung di dalam tim sukses masing-masing paslon. Tentu yang nantinya membagi-bagikan uang, sembako dan lainnya itu pastinya tim sukses tersebut. Di TPS  yang kami anggap rawan inilah kami lebih fokuskan melakukan pengawasan untuk mencegah terjadinya money politic,” ucapnya.

Baca: Australia Vs Peru Selasa 21.00 WIB, Cara Nonton Live Streaming di HP via Indosat, XL, dan Telkomsel

Saat ditanya berapa jumlah TPS yang dianggap rawan di Kota Tarakan, kata Sulaiman, dari 300 TPS ada sekitar 60 persen yang dianggap TPS rawan.

“Ada 60 persen TPS yang kami anggap rawan, jadi kami ini benar-benar kerja keras dalam melakukan pengawasan,” katanya.

Sulaiman berharap, pada saat pencoblosan tidak ada tim sukses masing-masing paslon yang melakukan serangan fajar dengan membagi-bagikan uang, sembako dan lainnya.

Baca: Erupsi Setinggi 1.000 Meter, Gunung Anak Krakatau Berstatus Waspada

Pasalnya pihaknya telah menurunkan 500 personel pengawas.

“Jadi kami ini ada lima lapis pengawasan mulai dari PTPS, PPL, Panwascam, Panwas  dan Bawaslu Kaltara untuk mencegah money politik,” ucapnya. (*)

Penulis: Junisah
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved