Harga Beli TBS Anjlok, Petani Bingung Jual Buah Sawit, Panen pun Terpaksa Ditunda

Ada sejumlah pabrik pengolah Crude Palm Oil (CPO) yang beroperasi di Kabupaten Paser tidak memiliki kebun sawit.

Harga Beli TBS Anjlok, Petani Bingung Jual Buah Sawit, Panen pun Terpaksa Ditunda
TRIBUN KALTIM/NIKO RURU
Kelapa sawit, komoditas perkebunan yang menjadi andalan warga di Pulau Sebatik. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER - Ada sejumlah pabrik pengolah Crude Palm Oil (CPO) yang beroperasi di Kabupaten Paser tidak memiliki kebun sawit. Padahal Peraturan Pertanian (Permentan) 26/2007 mengharuskan itu, tanpa kebun sawit darimana pabrik mendapat bahan baku memproduksi CPO?

Menurut Pembina Asosiasi Kelapa Sawit (Apkasindo) Kabupaten Paser Matondang, berdirinya pabrik-pabrik CPO itu diawali komitmen membantu petani, seharusnya pabrik minyak sawit mendahulukan membeli buah sawit petani, bukan buah sawit dari perusahaan perkebunan.

"Setidaknya ada 3 pabrik CPO yang beroperasi tanpa kebun sendiri. Di Kelurahan Kuaro dan Desa Lolo, kedua pabrik itu berada di Kecamatan Kuaro. Satunya lagi di Petangis Kecamatan Batu Engau. Mereka seharusnya mendahulukan membeli buah sawit petani," kata Matondang.

Baca: PPDB Jalur Gakin Masih Sepi, Harus Lampirkan KIP atau PKH

Karena di Paser ada sejumlah perusahaan yang mengelola kebun kelapa sawit yang cukup luas, tapi tidak memiliki pabrik CPO. "Kemana perusahaan itu menjual buah sawit hasil kebunnya? Kalau bukan di pabrik CPO di sekitarnya. Akibatnya, kita tidak bisa menjual kesana, apalagi tanpa didukung kontrak kerjasama suplai Tandan Buah Segar (TBS) ke pabrik CPO," ucapnya.

Ditambah anjloknya harga beli buah sawit, lanjut Matondang, kondisi ini semakin memperpuruk petani Paser.

"Buah sawit menumpuk tak terbeli, jadi sekarang petani tak berani memanen kebunnya. Sayang memang kalau tidak dipanen, tapi itu lebih baik dari pada mengeluarkan ongkos panen kalau nantinya tidak dibeli," sambungnya.

Baca: Jamaah Calon Haji Kutim Mulai Manasik, Sekda Pesan Ini Saat di Tanah Suci

Kabid Perkebunan pada Dinas Pertanian (Distan) Paser H Sutikno mengatakan anjloknya harga beli TBS bukan hanya dirasakan petani Paser, tapi juga dirasakan daerah penghasil kelapa sawit lainnya. "Tidak hanya di Kaltim, anjloknya harga beli buah sawit ini juga dirasakan di Aceh," Sutikno, Kamis (28/6).

Dari 15 pabrik CPO yang beroperasi di Paser, lanjut Sutikno, 4 diantaranya sedang tidak mengolah CPO, sehingga untuk sementara belum membeli buah sawit petani. "Masalahnya, setelah Lebaran terjadi panen raya sawit berberengan. Buah banyak, tapi tak semua pabrik yang mengolah CPO, " terangnya.

Terkait sejumlah perusahaan perkebunan sawit di Paser yang tak punya pabrik CPO, Sutikno membenarkan dan menjadi salah satu permasalahan yang dikeluhkan petani.

Baca: Tingkat Partisipasi Pemilih Tak Mencapai Target, Begini Analisa KPU Soal Penyebab Tingginya Golput

"Benar, ada tiga perusahaan yang belum punya pabrik CPO, besok (Jumat,29/6/2018) permasalahan ini kami sampaikan dalam rapat perhitungan harga beli TBS di Samarinda," tambahnya. (*)

Tags
sawit
panen
Penulis: Sarassani
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help