Pilgub Kaltim 2018

Hasil Hitung Cepat, Isran Hadi Unggul, Jaang Legowo Terima Kekalahan

Calon Gubernur Kaltim nomor urut 2 Syaharie Jaang mengaku sudah legowo menerima kekalahan pada Pilgub Kaltim 2018.

Hasil Hitung Cepat, Isran Hadi Unggul, Jaang Legowo Terima Kekalahan
TRIBUN KALTIM/CORNEL DIMAS SATRIO KUSBIANANTO
Syaharie Jaang dan istrinya, Puji Setyowati menunjukkan surat suara Pilkada Kaltim 2018 sebelum mencoblos di TPS 22 RT 23 Kelurahan Karang Asam Ilir, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda, Rabu (27/6/2018). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Calon Gubernur Kaltim nomor urut 2 Syaharie Jaang mengaku sudah legowo menerima kekalahan pada Pilgub Kaltim 2018. Hasil hitungan cepat dua lembaga survei, LSI dan Indobarometer, paslon nomor 3, Isran Noor-Hadi Mulyadi unggul dari tiga paslon lainnya, Sofyan Hasdam-Rizal Effendy, Syaharie Jaang-Awang Ferdian, dan Rusmadi-Syafaruddin.

Hasil quick count LSI dan Indobarometer untuk Pilgub Kaltim, menunjukkan Isran Noor-Hadi Mulyadi meraih 31,46 persen, hitung cepat Indobarometer 30,68 persen. Pasangan Rusmadi-Safaruddin meraih 24,38 persen suara versi LSI, dan 24,71 persen suara versi Indobarometer.

Selanjutnya, pasangan Syaharie Jaang-Awang Ferdian Hidayat 23,14 persen suara versi hitung cepat LSI, dan 22,55 persen suara versi Indobarometer. Pasangan Andi Sofyan Hasdam-Nusyirwan Ismail dengan 21,01 persen suara versi LSI, dan 22,07 persen suara versi Indobarometer.

Baca: 46 Ribu Warga Bontang Golput, Partispasi Pemilih Pilgub Turun 5 Persen

Di depan peserta Musrenbang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Samarinda 2016-2021 di lantai 6 Gedung Bank Kaltimtara, Samarinda, Kamis (28/6), Jaang menyebut, bahwa dirinya dan yang hadir di Musrenbang sudah mengetahui hasil sementara Pilgub Kaltim.

"Pilgub Kaltim sudah selesai. Itulah hasil daripada kemenangan masyarakat Kaltim yang harus kita syukuri. Ini adalah bagian dari ikhtiar dan usaha politik, yang semuanya sudah digariskan Allah SWT," ujarnya.

Jaang juga memastikan bahwa kekalahan ini tak sampai membuatnya sedih. Sebaliknya, dia mengaku sangat bergembira atas hasil yang sudah dicapai.

"Dan saya, setetes pun tidak menetes air mata saya, bahkan saya bergembira. Sampai saya pulang tadi malam, orang masih berkumpul di rumah saya. Saya bilang, pilkada sudah selesai. Kita hormati proses politik. Itulah yang terbaik. Ada rahasia Allah yang kita tidak tahu," kata Cagub yang diusung Partai Demokrat, PKB, dan PPP ini.

Kepada media, Jaang mengatakan, sudah punya hitungan sendiri seputar pemungutan suara, dan hasilnya dia kalah. Bahkan beberapa hari sebelum pilkada ini, kata Jaang, dirinya dan keluarga sebenarnya sudah memprediksi hasil yang bakal dicapai.

"Kalau saya menentang apa yang sudah dihasilkan pilgub ini, berarti saya sudah menentang takdir Allah," ucapnya.

Baca: Isran Noor: Tenang, Belanda Sudah Lari . . . 

Jaang juga menyebut ada banyak pelajaran berharga yang didapat dari Pilgub Kaltim ini, khususnya terus fokus membangun Kota Samarinda. Bisa saja, ada masyarakat yang belum puas sehingga hasil suara yang diperoleh dari Kota Samarinda tidak sesuai yang diharapkan.

Halaman
12
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved