Pilgub Kaltim 2018

Satgas Antimop Polda Kaltim Tangani 1 Kasus Dugaan Money Politic

Tahapan Pemilukada masih berlangsung hingga pelantikan kepala daerah terlaksana.

Satgas Antimop Polda Kaltim Tangani 1 Kasus Dugaan Money Politic
Ilustrasi politik uang 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Muhammad Fachri Ramadhani

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Pemungutan suara telah berakhir, sang pemenang sementara pun tersiar lewat quick count alias hitung cepat.

Kendati demikian pesta demokrasi di Kaltim belum usai.

Tahapan Pemilukada masih berlangsung hingga pelantikan kepala daerah terlaksana.

Masih ada kesempatan pasangan calon menyampaikan keberatan maupun gugatan.

Ya, masa tenang Pemilukada di Kaltim, sebenarnya merupakan masa rawan bagi penyelenggara maupun pengawas pemilu.

Baca: Dianggap Lebih Maskulin dan Seksi, Benarkah Wanita Menyukai Pria Berjenggot?

Pada momen tersebutlah indikasi praktik money politic kerap terjadi.

Bahkan kepolisian sampai membentuk satgas khusus anti money politic (Antimop), membantu fungsi penyelenggara pemilu agar hasil dari pesta demokrasi tak tercederai.

Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya Suryana, mengatakan satgas Antimop dibentuk sejak masa kampanye Pemilukada dimulai hingga detik akhir pemungutan suara pada 27 Juni 2018 kemarin.

"Secara efektif bergerak menerima laporan. Selain itu melakukan deteksi, yang kemudian menindaklanjuti, apakah bagian dari pelanggaraan pemilu atau pidana," ungkapnya.

Baca: Mendadak, Popularitas BTS di Meksiko Langsung Melejit Setelah Korsel Kalahkan Jerman!

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved