Perekonomian Warga Kaltim Terus Membaik, Ini Sederet Indikatornya

Di triwulan pertama, perekonomian Kaltim tumbuh 1,77 persen (year on year), lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya.

Perekonomian Warga Kaltim Terus Membaik, Ini Sederet Indikatornya
Ilustrasi uang rupiah 

Laporan Tribun Kaltim, Rafan A Dwinanto

TRIBUN KALTIM.CO, SAMARINDA - Daya beli masyarakat Kaltim tampaknya terus membaik.

Kondisi ini seiring pertumbuhan ekonomi Bumi Etam yang tumbuh positif.

Di triwulan pertama, perekonomian Kaltim tumbuh 1,77 persen (year on year), lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kaltim Muhamad Nur mengatakan, meningkatnya kebutuhan uang tunai selama Ramadan dan Lebaran jadi cerminan membaiknya daya beli warga.

Baca: Kekalahan Jerman jadi Pelajaran untuk Pemain Persiba Ini

"Salah satunya yakni adanya pembayaran THR untuk ASN, Polri dan TNI. Selain itu juga momentum puasa dan lebaran juga bertepatan dengan pilkada putaran terakhir," kata Nur.

Tidak hanya itu, indikator membaiknya perekonomian masyarakat terlihat dari meningkatnya penghimpunan dana pihak ketiga (DPK).

"DPK ini meningkat sekitar 6 persen. Ini sangat berhubungan dengan pertumbuhan ekonomi yang tumbuh positif," ungkap Nur.

Sementara, Kepala Tim Pengembangan Ekonomi BI Kaltim, Prabu Dewanto mengungkapkan, Perbaikan ekonomi didorong oleh peningkatan pertumbuhan dari sektor industri pengolahan.

Baca: Warga Rebutan Pakaian Bekas dari Kapal yang Karam di Pulau Sangalaki

Di sisi lain, sektor tambang yang notabane merupakan sektor ekonomi utama Kaltim (46.33 persen dari perekonomian Kaltim), masih terkontraksi sebesar minus 2,10 persen.

"Pada sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Kaltim ditopang oleh konsumsi Pemerintah Daerah yang sejalan dengan perkembangan proyek infrastruktur. Namun demikian, ekonomi  Kaltim pada Triwulan II 2018 diperkirakan tumbuh lebih tinggi," kata Prabu.

Aktivitas konsumsi rumah tangga pada periode  Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri diperkirakan dapat menopang perekonomian Kaltim di tengah ekspor yang diperkirakan masih terkontraksi.

Baca: Kominfo Berau Prioritaskan Jaringan Internet di 38 Kampung

"Perekonomian Kaltim pada tahun 2018 diperkirakan tumbuh positif tetapi tidak setinggi sebelumnya. Kinerja sektor utama, yaitu pertambangan masih bergantung pada permintaan dari Tiongkok dan India sehingga masih rentan terhadap kebijakan perdagangan internasional kedua negara tersebut," tutur Prabu. (*)

Penulis: Rafan Dwinanto
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved