Petani di Paser Tuntut Raperda Tata Niaga Sawit Segera Ditetapkan

Satu dari enam tuntutan petani kelapa sawit adalah Kabupaten Paser segera memiliki Peraturan Daerah (Perda) tentang Tata Niaga Sawit.

Petani di Paser Tuntut Raperda Tata Niaga Sawit Segera Ditetapkan
Tribun Kaltim/Sarassani
Tandan Buah Sawit (TBS) yang dijual petani sawit di loading ramp Desa Janju Kecamatan Tanah Grogot 

TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER – Satu dari enam tuntutan petani kelapa sawit adalah Kabupaten Paser segera memiliki Peraturan Daerah (Perda) tentang Tata Niaga Sawit. 

Dengan Perda itu, Para petani sawit menurut Pembina Asosiasi Kelapa Sawit (Apkasindo) Paser Matodang, setidaknya terlindungi dari permainan jual beli Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit.

“Surat yang berisi 6 tuntutan petani sawit Paser itu kita tujukan ke Bupati Paser H Yusriansyah Syarkawie, tembusannya kita sampaikan ke Ketua DPRD Paser H Kaharuddin. Kita sangat mengharapkan DPRD Paser segera menyetujui penetapan Perda tentang Tata Niaga Sawit,” kata Matondang, Jumat (29/6/2018).

Baca: Sempat Lama tak Muncul di Instagram, Rina Nose Hadir dengan Penampilan Baru

Selama ini, lanjut Matondang, harga beli TBS di pabrik pengolah Crude Palm Oil (CPO) selalu di bawah harga beli yang disepakati Tim Penetapan Harga TBS Kelapa Sawit Kaltim, terlebih lagi saat panen raya harga beli TBS jauh di bawah harga yang ditetapkan Gubernur Kaltim.

Terpisah, Ketua Panitia Khusus (Pansus) Raperda tentang Tata Niaga Sawit DPRD Paser M Saleh mengatakan DPRD Paser memberikan perhatian serius terhadap keluhan para petani sawit Paser, sehingga DPRD Paser berinisiatif membuat Raperda tentang Tata Niaga Buah Sawit.

“Sekarang sampai di pembahasan. Raperda ini memang sangat krusial, menyangkut hajat hidup orang banyak, makanya kita akan mengundang OPD-OPD terkait untuk penyempurnaan Reperda. Kami upayakan secepatnya selesai, yang pasti sebelum Pileg 2019 sudah diparpurnakan,” kata Saleh.

Baca: 7 Penerbangan dari Balikpapan Menuju Bali Terdampak Letusan Gunung Agung

Dalam Halal Bihalal Pimpinan dan Anggota DPRD Paser di Hotel Bumi Paser belum lama ini, lanjut Saleh, Ketua DPRD Paser H Kaharuddin menerima perwakilan petani sawit dan menyampaikan keluhan yang sama.

Perwakilan petani sawit itu bahkan membawa persoalan ini kepada Tim Penetapan Harga TBS Kelapa Sawit Kaltim.

“Kemarin saya bertemu Kabid Perkebunan Dinas Pertanian (Distan) Paser H Sutikno dan sejumlah petani sawit yang ingin menemui tim penetapan harga TBS di Samarinda. Kami (DPRD Paser) tentunya berharap Raperda ini nantinya tidak lagi menyusahkan petani sawit, harga beli TBS yang ditetapkan tim benar-benar diterapkan,” ucapnya.

Wakil Ketua Pansus Raperda tentang Tata Niaga Sawit DPRD Paser Dody S Nasution menambahkan DPRD Paser juga berharap OPD-OPD terkait menertibkan loading ramp (pengumpul) buah sawit.

Baca: Kian Terpuruk, Kurs Rupiah Tembus Rp 14.404 per Dollar Amerika Serikat

“Bagaimana pun loading ramp belum dilengkapi izin usaha. Apa regulasi untuk usaha ini? Ini salah satunya yang perlu kita bahas bersama OPD-OPD terkait,” kata Dody menambahkan.

Penulis: Sarassani
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help