Kapal Bongkar Muat Batu Bara Tak Dilapisi Terpal Bakal Ditindak KSOP

Syahbandar Balikpapan menegaskan, pihak perusahaan harus mematuhi prosedur keselamatan dan kebersihan lingkungan laut.

Kapal Bongkar Muat Batu Bara Tak Dilapisi Terpal Bakal Ditindak KSOP
TRIBUN KALTIM/BUDI SUSILO
Mediasi tahap empat antara nelayan dan perusahaan batu bara di kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Balikpapan, Jl Jenderal Sudirman, Sepinggan, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, Sabtu (30/6/2018) pagi. 

Laporan Wartawan Tribunkaltim Budi Susilo

TRIBUNKALTIM.CO BALIKPAPAN - Adanya tudingan pencemaran laut Manggar akibat dari aktivitas bongkar muat batu bara, Syahbandar Balikpapan menegaskan, pihak perusahaan harus mematuhi prosedur keselamatan dan kebersihan lingkungan laut.

Demikian diutarakan oleh Alex Allokendek, Kabid Keselamaran Berlayar, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas I Balikpapan kepada Tribunkaltim usai mediasi di Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Balikpapan, Jl Marsma Iswahyudi, Sepinggan, Kota Balikpapan, Sabtu (30/6/2018).

Dia menjelaskan, aktivitas bongkar muat dari kapal ponton ke kapal tanker harus menggunakan alat terpal sebagai langkah meminimalisir adanya serpihan batu bara tidak jatuh ke laut Manggar.

Baca: Dituding Nelayan Cemari Laut, Juru Bicara PT Gunung Bayan Beri Penjelasan

"Kami tegaskan kalau ditemukan sampai kapal tidak menggunakan terpal dalam bongkar muat, kami pada hari itu juga akan langsung menutup, memberhentikan operasional bongkar muat," tuturnya.

Selama ini, pihak nelayan tradisonal merasa bahwa di laut Manggar telah dicemari batu bara milik perusahaan PT Gunung Bayan, namun hal ini belum bisa dipastikan.

Sebab kata Alex, butuh lagi penelitian dan pengusutan secara mendalam.

Apalagi batu bara yang ditemukan oleh para nelayan berbentuk dalam bongkahan besar seperti batu.

Sementara sisi lainnya, pihak perusahaan PT Gunung Bayan merasa batubara yang dimiliki saat dibawa ke kapal ponton bentuknya adalah pasir atau serbuk.

 "Berbeda apa yang ditemukan nelayan dengan kenyataan yang ada di kapal batubara. Ini jadi perdebatan lagi," kata Alex.

Baca: Fenomena Baru di Pilgub Jabar, Dedi Mulyadi Ungkapkan Hal Ini

Halaman
12
Penulis: Budi Susilo
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help