Bentuk Habitat Terumbu Karang Baru, Ini yang Dilakukan Komunitas Selam di Berau

sejumlah komunitas diantaranya Berau Journalist Diver, Freediver Berau dan Komunitas Puri Berau melakukan kegiatan transplantasi terumbu karang

Bentuk Habitat Terumbu Karang Baru, Ini yang Dilakukan Komunitas Selam di Berau
Tribun Kaltim/Geafry Necolsen
Wakil Bupati Berau, Agus Tantomo bersama anggota komunitas Berau Journalist Diver, Freediver Berau dan Komunitas Puri Berau melakukan kegiatan transplantasi terumbu karang di perairan Pulau Derawan. 

TRIBUNKALTIM.CO – Wisata bahari, utamanya wisata terumbu karang menjadi objek wisata andalan bagi masyarakat Berau.

Namun berbagai aktivitas di sekitar objek wisata, membuat sejumlah titik terumbu karang mengalami mengalami kerusakan. Bahkan sebagian telah mengalami coral bleaching, atau koral yang memutih karena mati.

Baca: Putri Duta Lingkungan Hidup Ini Rajin Kampanye Balikpapan Hijau

Untuk mengimbangi ini, sejumlah komunitas diantaranya Berau Journalist Diver, Freediver Berau dan Komunitas Puri Berau melakukan kegiatan transplantasi terumbu karang di perairan Pulau Derawan.

Puri Berau merupakan komunitas pemerhati terumbu karang yang fokus melakukan kegiatan pelestraian terumbu karang.

Anggota komunitas ini melakukan rehabilitasi terumbu karang dengan tehnik transplantasi.

Bahan-bahan yang digunakan merupakan bahan sederhana yang mudah didapat, seperti pipa paralon, jaring dan semen yang telah dibentuk dengan cetakan pipa.

Pipa paralon di potong-potong sesuai dengan ukuran untuk membentuk kotak persegi panjang berukuran 3×2 meter,setelah itu jaring dipasang sebagai lantai dudukan cetakan cor semen,tempat dimana terumbu karang di ikat.

Baca: Putri Duta Lingkungan Hidup Ini Rajin Kampanye Balikpapan Hijau

Setelah semuanya siap, terumbu karang diturunkan di kedalaman 5 meter, tak jauh dari lokasi terumbu karang yang rusak.

Bibit terumbu karang diambil di sekitar lokasi terumbu karang yang telah rusak dengan kondisi terumbu karang yang masih baik.

Halaman
12
Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help