Hati-hati, di Kota Samarinda Banyak Lampu Jalan yang Kondisinya Seperti Ini

Ke depannya Pemkot Samarinda lebih memprioritaskan pembangunan jalan-jalan tembus di Kota Samarinda.

Hati-hati, di Kota Samarinda Banyak Lampu Jalan yang Kondisinya Seperti Ini
tribun kaltim/doan pardede
Pengendara melintas di salah satu jalan di seputaran Kelurahan Sempaja yang gelap karena tidak dilengkapi lampu penerangan. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA- Masalah pembangunan jalan-jalan di Kota Samarinda turut menjadi sorotan dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tentang Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Samarinda tahun 2016 - 2012 yang digelar di lantai 6 kantor Bankaltimtara, baru-baru ini.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Samarinda Ismansyah mengatakan selama ini, pembangunan jalan di Kota Samarinda kerap melupakan prasarana pendukung dan kelengkapan jalan. Walau sudah terbangun, saat ini menurutnya masih banyak jalan yang belum dilengkapi dengan marka jalan, lampu lalu lintas, lampu penerangan jalan umum (LPJU) dan kelengkapan pendukung lainnya.

Hal ini menurutnya perlu menjadi perhatian. Selain memang sudah menjadi keharusan, kelengkapan prasarana pendukung jalan ini juga akan membuat masyarakat yang menggunakan merasa aman dan nyaman. "Selama ini kita membangun jalan tapi nggak ada prasarana pendukungnya," ujarnya.

Masih terkait kenyamanan penggunan jalan, Rektor Universitas Widya Gama (UWGM) Samarinda Prof Abdul Rachim meminta agar perbaikan jalan rusak tidak terlalu lama berkutat seputar siapa yang bertanggungjawab. Memang, kata dia, tanggungjawab perbaikan jalan di Kota Samarinda terbagi 3, yakni jalan nasional, jalan provinsi dan jalan Kota Samarinda. Masyarakat, kata dia, hanya berharap jalan rusak bisa segera diperbaiki dan tidak mau tahu siapa yang paling bertanggungjawab seputar perbaikan kerusakan jalan tersebut.

Dia juga menyarankan agar ke depannya Pemkot Samarinda lebih memprioritaskan pembangunan jalan-jalan tembus di Kota Samarinda. Menurutnya, di tengah kondisi keuangan Pemkot Samarinda yang sangat terbatas, pembangunan jalan-jalan tembus dengan biaya kecil ini lebih baik ketimbang membangun sebuah proyek besar yang biayanya mencapai ratusan miliar, yang pada kenyataannya sangat membebani APBD.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Samarinda Asli Nuryadin memastikan, apa yang disampaikan ini akan menjadi masukan berharga untuk diakomodir di APBD Kota Samarinda ke depannya. Khusus untuk prasarana pendukung jalan, memang menurutnya sudah menjadi sebuah keharusan.

Namun perlu diketahui juga, kata dia, biaya pengadaan prasarana pendukung jalan ini biayanya cukup besar. Dan lagi-lagi, masalahnya adalah keterbatasan anggaran di APBD Kota Samarinda. Untuk itulah, kata dia, pembangunan di Kota Samarinda memang harus disinergikan dengan Bantuan Keuangan Pemprov Kaltim dan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat. Khusus untuk prasarana pendukung jalan, Asli sepakat bahwa hal ini harus menjadi prirotas dalam penganggaran ke depannya. "Memang masih banyak jalan yang tidak ada LPJU, lampu-lampu banyak yang rusak. Tapi kapasitas kita juga terbatas. Itu saya sepakat jadi prioritas," ujarnya.(*)

Penulis: Doan E Pardede
Editor: Fransina Luhukay
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved