Lelang Jaringan Listrik RSUD Ditarget Rampung 40 Hari

Pengadaan jaringan listrik juga sudah dialokasikan Pemkab Kutim dalam APBD murni 2018 ini.

Lelang Jaringan Listrik RSUD Ditarget Rampung 40 Hari
Tribun Kaltim/Margaret Sarita
Wabup Kasmidi Bulang saat meninjau RSUD Kudungga yang membutuhkan listrik PLN untuk pelayanan kesehatan bagi masyarakat dan operasional peralatan kesehatan 

Laporan Wartawan TribunKaltim.co, Margaret Sarita

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Kebutuhan listrik untuk RSUD Kudungga Sangatta sudah sangat mendesak.

Peralatan kesehatan yang ada tidak bisa lagi bergantung pada kemampuan genset yang bolak balik byar pet karena rusak. Selain biaya operasional untuk pembelian BBM yang ikut membengkak.

Pengadaan jaringan listrik juga sudah dialokasikan Pemkab Kutim dalam APBD murni 2018 ini.

Nilainya sebesar Rp 2,5 miliar yang dimasukkan dalam anggaran Bagian Perlengkapan Setkab Kutim. Namun, hingga Juli ini, proses pengadaan masih belum dilaksanakan. Bahkan, sempat dikabarkan ditunda, karena setelah dihitung-hitung oleh Bagian Perlengkapan, kebutuhan anggaran pengadaan jaringan listrik untuk RSUD Kudungga tak cukup hanya Rp 2,5 miliar, melainkan mencapai Rp 5 miliar.

Baca: Antrean Panjang, Loket Pendaftaran PPDB Online SMA Negeri 5 Balikpapan Ditambah

Padahal, keluhan masyarakat terhadap rumah sakit rujukan di Kutim ini datang terus menerus. Terutama soal kenyamanan pasien yang menjalani rawat inap. Karena lampu seringkali padam dan AC tidak bisa difungsikan.

Menanggapi hal tersebut, Sekda Irawansyah mengatakan sudah menggelar rapat koordinasi bersama instansi terkait, baik dari RSUD Kudungga sendiri, Bagian Perlengkapan, Bagian Pembangunan serta Dinas Kesehatan.

“Pengadaan listrik untuk RSUD sudah kita putuskan untuk segera dilakukan lelang. Proses lelang ditarget rampung dalam 40 hari, kemudian dilanjut dengan pekerjaan selama satu bulan. Jadi tak sampai akhir tahun sudah teraliri listrik PLN. Bagian perlengkapan Setkab Kutim yang akan melakukan lelang jaringan senilai Rp 2,5 miliar,” kata Irawansyah, Rabu (4/7/2018).

Baca: Pemkot Balikpapan Kurangi Penggunaan Kantong Plastik, Bagaimana Nasib Para Pengepul?

Pengadaan jaringan senilai Rp 2,5 miliar tersebut, kata Irawansyah, untuk jaringan di luar saja. Untuk jaringan di dalam rumah sakit menggunakan jaringan yang ada sekarang ini saja.

“Kita bertahap dulu. Yang penting, kebutuhan listrik PLN untuk rumah sakit sudah terpenuhi. Agar pasien pun nyaman untuk berobat. Untuk jaringan di dalam, pakai yang ada sekarang saja. Nanti, di tahun anggaran berikutnya baru diusulkan lagi,” ungkap Irawansyah.

Selain rumah sakit, aliran listrik PLN juga dibutuhkan kantor Bupati dan seluruh kantor OPD yang ada di lingkungan Perkantoran Bukit Pelangi.

Karena sampai saat ini, listrik di Kantor Bupati dan seluruh OPD masih menggunakan genset yang dikelola Bagian Perlengkapan Setkab Kutim.

Baca: Syaiful Herman Dilantik jadi Pj Sekda Kaltara, Ini Waktu Jabatannya

Sebagian OPD malah terpaksa bergiliran mendapat pasokan listrik. Akibatnya, sebagian pegawai kerap pulang sebelum waktunya, karena tidak ada yang bisa dikerjakan di kantor.

“Untuk Kantor Bupati, aman. Pemkab Kutim membayar ke PLN untuk pengadaan jaringan di seluruh kantor pemerintahan di wilayah Bukit Pelangi, senilai Rp 7 miliar. Namun, PLN bersedia untuk dibayar 20 persen dulu. Sudah ada kerja sama antara Pemkab Kutim dengan PLN. Ditargetkan, Agustus seluruh kantor sudah bisa dialiri listrik dari PLN,” ujar Irawansyah.(*)

Penulis: Margaret Sarita
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved