Ini Dampaknya Jika Kepentingan Petani dan Pabrik CPO Difasilitasi Berimbang

Masyarakat tani kelapa sawit Kabupaten Paser mengeluhkan harga beli Tandan Buah Segar (TBS) sawit anjlok.

Ini Dampaknya Jika Kepentingan Petani dan Pabrik CPO Difasilitasi Berimbang
Tribun Kaltim/Sarassani
Tandan Buah Sawit (TBS) yang dijual petani sawit di loading ramp Desa Janju Kecamatan Tanah Grogot 

Laporan wartawan Tribun Kaltim Sarassani

TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER – Masyarakat tani kelapa sawit Kabupaten Paser mengeluhkan harga beli Tandan Buah Segar (TBS) sawit anjlok.

Menindaklanjuti keluhan itu, Kamis (5/7/2018), Pemkab Paser menghadirkan semua pihak yang terkait dalam pertemuan di ruang Sadurengas Kantor Bupati Paser.

Selain menghadirkan petani sawit yang tergabung dalam Asosiasi Kelapa Sawit (Apkasindo) dan Ketua Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) Paser, Bupati Paser H Yusriansyah Syarkawie yang diwakili Asisten II Setda Paser H Karoding juga menghadirkan hampir semua perusahaan pabrik minyak kelapa sawit (Crude Plam Oil-CPO) yang beroperasi di Paser.

Tidak itu saja, Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Kaltim Ujang Rachmad dan Ketua Tim Pelaksana Penetapan Harga TBS Sawit Kaltim M Yusuf yang juga Kabid Usaha Disbun Kaltim.

Sedangkan dari kabupaten, permasalahan krusial ini hanya diwakilkan kepada Kabid Perkebunan pada Dinas Pertanian (Distan) Paser H Sutikno.

Baca: Persiapan PON 2020, IODI Kaltim Susun Konsep Traditional Dance

Seperti diketahui bersama, Matondang melalui Forum Petani Kelapa Sawit (FPKS) Paser menuntut Pemkab Paser agar segera menyurati pabrik CPO membeli sawit petani dengan harga yang ditetapkan pemerintah, memberi sanksi pada pabrik CPO yang tak mematuhinya, segera menerbitkan Perda tentang Tata Niaga Sawit.

Pemkab Paser melalui OPD terkait juga menertibkan semua kontrak suplai TBS pabrik-pabrik CPO, menertibkan semua loading ramp di Paser, dan memfasilitasi semua koperasi petani sawit untuk membuat dan mendapatkan kontrak suplai TBS dengan pabrik-pabrik CPO, sehingga TBS petani dibeli sesuai harga yang ditetapkan pemerintah.

Setelah pertemuan dibuka Karoding, Kepala Disbun Paser Ujang Rachmad memfasilitasi kepentingan petani sawit dan pabrik CPO secara berimbang.

Untuk jangka pendek, Pabrik CPO siap membeli TBS petani dengan kontrak yang ada, sedangkan jangka panjang para petani harus membentuk Koperasi yang nantinya menjadi mitra pabrik CPO.

Halaman
12
Penulis: Sarassani
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help