Pilkada PPU

KPU PPU Belum Jadwalkan Pleno Penetapan Paslon Terpilih, Ini Alasannya

dalam rapat pleno rekapitulasi suara pemilihan bupati dan wakil bupati, pasangan Abdul Gafur Mas'ud - Hamdam berhasil meraih suara terbanyak

KPU PPU Belum Jadwalkan Pleno Penetapan Paslon Terpilih, Ini Alasannya
Tribun Kaltim/Samir
Saksi paslon Ahli saat menerima hasil rapat pleno rekapitulasi pilkada PPU 

Laporan wartawan Tribunkaltim.co, Samir Paturusi

TRIBUNKALTIM.CO - Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Penajam Paser Utara (PPU), belum menjadwalkan rapat pleno penetapan pasangan calon bupati dan wakil bupati yang menang dalam Pilkada.

Sebelumnya, dalam rapat pleno rekapitulasi suara pemilihan bupati dan wakil bupati, pasangan Abdul Gafur Mas'ud - Hamdam berhasil meraih suara terbanyak 45,38 persen atau 37.445 suara.

Ketua KPUD PPU Feri Mei Efendi, Kamis (5/7/2018) menjelaskan, penjadwalan untuk rapat pleno belum bisa diputuskan karena masih menunggu KPU Pusat.

Karena untuk jadwal rapat pleno penetapan paslon terpilih ditentukan KPU Pusat karena menunggu hasil gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK).

Baca: Rekapitulasi Sementara KPU Samarinda, Isran - Hadi Unggul di 3 Kecamatan

"Makanya di jadwal tahapan itu tanggal penetapan paslon terpilih itu kami kosongkan, setelah ada jadwal baru kami isi," katanya.

Feri mengatakan, sesuai dengan aturan maka paslon yang tidak puas atas hasil Pilkada ini bisa mengajukan gugatan paling lambat 3x24 jam setelah rapat pleno rekapitulasi suara tingkat kabupaten.

Bukan hanya itu, sesuai dengan ketentuan maka paslon yang ingin melakukan gugatan maksimal perbedaan perolehan suara hanya selisih 2 persen karena jumlah penduduk PPU di bawah 250 ribu.

Mengenai adanya paslon yang mengajukan gugatan, Feri mengatakan sampai sekarang belum menerima informasi.

Namun bila nanti ternyata ada gugatan, maka pihaknya akan segera mempersiapkan dokumen yang diperlukan.

"Kami jelas akan siapkan dokumen untuk menghadapi gugatan. Tapi mudah-mudahan saja tidak ada gugatan," jelasnya.

Baca: Rekam Aksi Hapus Make Up, Wajah Asli 10 Perempuan Ini Bikin Tercengang

Namun demikian, Feri mengaku sejak perhitungan sampai rapat pleno rekapitulasi di KPUD tak satupun paslon yang mengajukan keberatan atas hasil perhitungan suara.

Mengenai adanya penolakan saksi paslon yang menolak tandatangan berita acara, Feri mengatakan tidak menjadi masalah karena rapat pleno tersebut tetap sah

Penulis: Samir
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help