Setelah Diblokir, Aplikasi Tik Tok akan Rekrut 200 Karyawan di Indonesia

Setelah diblokir oleh Kemeninfo, kini manajemen aplikasi Tik Tok yang lagi ngetren di segera merekrut 200 karyawan di Indonesia.

Setelah Diblokir,  Aplikasi Tik Tok akan Rekrut 200 Karyawan di Indonesia
tribunnews.com
Aplikasi Tik Tok saat sedang gentren di Indonesia, dan sekarang dalam posisi diblokir oleh Kementrian kominikasu dan informasi. Saat ini bernancang-ancang mereerut 200 karyawan di di Indonesia. 

TRIBUNKALTIM.CO.ID, SIDOARJO - Tik tok sebuah aplikasi yang kini tengah digandrungi masyarakat tetapi juga menuai banyak kontroversi.

Aplikasi ini mulai hadir di Indonesia sekitar September 2017 dan diresmikan di Jakarta.

Tik tok menjadi salah satu aplikasi yang banyak diunduh di App Store di seluruh dunia, dan aplikasi yang banyak diunduh no 7 diseluruh dunia sepanjang kuartal pertama 2018, menurut lembaga SensorTower. Di iOs saja, aplikasi itu diunduh sebanyak lebih dari 45 juta kali.

Aplikasi Tik Tok saat sedang gentren di Indonesia, dan sekarang dalam posisi diblokir oleh Kementrian kominikasu dan informasi. Saat ini bernancang-ancang mereerut 200 karyawan di di Indonesia.
Aplikasi Tik Tok saat sedang gentren di Indonesia, dan sekarang dalam posisi diblokir oleh Kementrian kominikasu dan informasi. Saat ini bernancang-ancang mereerut 200 karyawan di di Indonesia. (tribunnews.com)

Baca: Meet and Greet Berbayarnya Tuai Kontroversi, Bowo Tik Tok Ngaku tak Dapat Fee

Baca: Manajemen Tik Tok Datangi Kominfo, Begini Pernyataan Menteri Rudiantara Usai Pertemuan

Baca: Bowo Tik Tok Jadi Sasaran Hujatan Netizen, Ibundanya Pilih Berhenti Bekerja: Anak Saya Salah Apa?

Tik tok adalah bagian dari Bytedance Inc, perusahaan internet raksasa Tiongkok yang juga jadi induk usaha Musical.ly. Di negara asalnya, Tik Tok dikenal dengan nama Douyin.

Sebagai aplikasi media sosial yang user generated, Tik Tok seharusnya punya mekanisme bagaiman membuat standar konten dan bagaimana mencegah serta menyelesaikan apabila ada konten yang melanggar undang-undang.

"Salah satu alasan pemblokiran tik tok adalah adanya pornografi, pelecehan agama, dan banyak sekali pelanggaranya,” kata Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo, Samuel Abrijani Pangarepan, 3 Juli 2018. 

Samuel menjelaskan bahwa tik tok diblokir sejak Selasa siang (3/7/2018).

Aplikasi Tik Tok di Google Play Store
Aplikasi Tik Tok di Google Play Store (Play Store)

Baca: Aplikasi Tik Tok Diblokir, Seperti Ini Nasib Bowo Alpenliebe Sekarang, Akun Haters Bermunculan

Baca: 5 Fakta Dibalik Diblokirnya Aplikasi Tik Tok, Bakal Dibuka Kembali dengan Syarat . . .

Baca: Aplikasi Tik Tok Diblokir Kementerian Kominfo, Ini Pertimbangannya

Namun perselasa siang Tik Tok masih dapat dibuka di aplikasi, tapi tidak dapat dibuka dibrowser dari beberapa provider dengan tulisan, situs terlarang.

Penggemar Tik tok sangat beragam mulai dari kalangan balita, anak-anak,dewasa ,hingga lansia. Terbukti dari banyaknya unggahan-unggahan di instagram salah satunya mulai dari anak-anak sampai ibu-ibu, bahkan nenek-nenek membuat video dengan aplikasi ini. Namun lebih banyak remaja dan anak-anak yang menggandrungi aplikasi ini.

Menurut Direktur Indonesia ICT Institute Heru Sutadi, fenomena kepopuleran tik tok adalah suatu hal yang biasa terjadi.

Halaman
123
Editor: Priyo Suwarno
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved