Pilgub Kaltim 2018

Isu Uang dari Luar Negeri Diangkut Kargo untuk Money Politic, Ini Komentar Bank Indonesia Kaltim

Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak telah memberikan keterangan kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kaltim.

Isu Uang dari Luar Negeri Diangkut Kargo untuk Money Politic, Ini Komentar Bank Indonesia Kaltim
Net/Google
Ilustrasi 

Laporan Tribun Kaltim Rafan A Dwinanto

TRIBUN KALTIM.CO, SAMARINDA - Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak telah memberikan keterangan kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kaltim.

Awang menyampaikan keterangan seputar adanya dugaan aliran dana dari luar negeri, yang masuk ke Kaltim melalui kargo.

Diduga, aliran uang tersebut digunakan untuk money politic di Pilgub Kaltim.

Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kaltim, Muhamad Nur enggan memberikan keterangan, ketika ditanya kemungkinan ada masuknya uang dalam jumlah besar ke Kaltim, menggunakan kargo.

"Mohon maaf, saya belum dapat memberikan tanggapan mengenai hal tersebut," kata Nur, saat dikonfirmasi Jumat (6/7/2018).

Baca: Saling Lempar Pernyataan Antar Gubernur dan Cagub, Ini yang Dibilang Pengamat

Menurut Nur, dirinya tidak bisa memastikan lantaran belum melihat langsung uang yang diduga diantar menggunakan kargo, tersebut.

"Apalagi menyimpulkan komentar tentang uang tersebut. Karena kami belum melihat uang itu," ujar Nur.

Sebelumnya, ketika ditemui usai dimintai keterangan selama sekitar 1,5 jam oleh Bawaslu, Awang menyampaikan bahwa telah ditemukan adanya beberapa uang rupiah dengan nomor seri yang berbeda warna yang beredar di masyarakat.

Namun lagi-lagi, pernyataan Awang ini juga tidak disertai bukti pendukung.

Awang menyebut, informasinya ini bisa menjadi bahan laporan pasangan calon (paslon) yang berlaga di Pilgub Kaltim untuk membuat laporan ke Bawaslu.

Baca: Waduh. . . Sudah Hari Kelima PPDB Online, Server Tetap Tak Berfungsi

Selain itu, informasi ini juga bisa menjadi bahan bagi instansi terkait untuk melakukan penelusuran yang lebih jauh.

"Ada uang rupiah yang berbeda seri, yang satu berwarna hitam yang satu berwarna merah. Didapat dari masyarakat. Ada Rp 100 ribu, Rp 200 ribu ada yang sampai Rp 500 ribu. Itu kan bukti awal yang bisa ditelusuri. Soal dia masuk lewat kargo, siapa yang bisa mengontrol. Kalau pesawat dari luar negeri turun, dia nggak lewat sistem di bandara, nggak lewat X-Ray," ujarnya. (*)

Penulis: Rafan Dwinanto
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help