Korban Akibat Gelombang Panas Terus Berjatuhan, Pekan Ini Menjadi 33 Orang Tewas

Kebanyakan korban juga merupakan warga yang tinggal di lingkungan rentan tanpa adanya akses untuk perangkat pendingin udara

Korban Akibat Gelombang Panas Terus Berjatuhan, Pekan Ini Menjadi 33 Orang Tewas
Panasnya cuaca membuat warga, termasuk anak-anak, melawannya dengan cara bermain air di pancuran Place des Arts di Montreal, Kanada.(AFP / EVA HAMBACH) 

TRIBUNKALTIM.CO, MONTREAL - Korban meninggal dunia akibat gelombang panas yang menerjang wilayah timur Kanada terus berjatuhan. Dalam satu pekan terakhir Jumlah kematian warga bertambah menjadi 33 orang.

Jumlah korban meninggal itu meningkat dari yang sebelumnya diberitakan sebanyak 19 orang setelah suhu tinggi musim panas menerpa wilayah provinsi Quebec.

Melansir dari AFP, Direktur Kesehatan Publik Regional Mylene Drouin menyampaikan, mayoritas korban meninggal dunia adalah warga yang telah berusia antara 53 hingga 85 tahun.

Baca: Malam Nanti Perempat Final Piala Dunia 2018, Ini Jadwal Siaran Langsung dan Head to Head 8 Tim

Baca: Ombudsman Tegaskan Orangtua Bebas Beli atau Tidak Beli Seragam di Sekolah

Baca: Kembar dari Yogyakarta Ini Punya Nama Nakula RI 1 dan Sadewa RI 2

Kebanyakan korban juga merupakan warga yang tinggal di lingkungan rentan tanpa adanya akses untuk perangkat pendingin udara.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 19 korban meninggal terkait serangan gelombang panas dilaporkan terjadi di ibu kota Montreal. Sedangkan lainnya dilaporkan terjadi di bagian lain provinsi Quebec.

Departemen Lingkungan Kanada telah memperkirakan suhu maksimum akibat serangan gelombang panas ini dapat mencapai 35 derajat Celsius pada Kamis kemarin. Sementara indeks panas, yakni suhu yang dirasakan tubuh manusia dapat mencapai 45 derajat Celsius.

Baca: Amerika Serikat Mulai Beri Peringatan Perang Dagang Kepada Indonesia

Baca: Polda Ungkap Terduga Pelaku Bom Pasuruan, Punya Tiga Identitas dari Aceh, Banten, dan Malang

Baca: Indonesia Vs Philippines, Menang Dramatis, Timnas Indonesia Pimpin Klasemen Grup A Piala AFF U-19

Suhu udara akan berangsur turun pada malam hari hingga antara 23 dan 25 derajat Celsius. Kondisi ini akan terjadi dalam beberapa hari ke depan.

"Saya menyampaikan belasungkawa pada keluarga korban meninggal di Quebec selama terjadinya gelombang panas," kata Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau di akun Twitternya.

"Cuaca panas diperkirakan masih akan terus terjadi di Kanada tengah dan timur. Selalu pastikan diri Anda dan keluarga Anda terlindungi," pesan Trudeau.

Baca: Berikut Kronologi Ledakan yang Terjadi di Pasuruan

Baca: Sam Aliano Sebut Terbuka Kemungkinan Veronica Tan Dapat Jodoh Baru, Begini Kata Adik Ahok

Baca: Pendukung Perancis dan Uruguay Saling, Cavani dan Suarez Jadi Bahan Ejekan

Pemerintah setempat telah mengeluarkan peringatan terkait cuaca panas, namun ahli meteorologi memprediksi penurunan suhu sudah akan terjadi pada akhir pekan ini.

Pada 2010 lalu, serangan gelombang panas di wilayah Montreal dilaporkan telah menyebabkan kematian pada setidaknya 100 orang.

[Agni Vidya Perdana]

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Korban Tewas Akibat Gelombang Panas di Kanada Jadi 33 Orang",

Editor: Achmad Bintoro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help