Taupan Minta TKI Lewat Jalur Resmi Supaya Aman

Dinas Perhubungan Kalimantan Utara mengklaim lalu lintas jalur laut antar negara antara Sebatik-Tawau bukan kewenangan penuh.

Taupan Minta TKI Lewat Jalur Resmi Supaya Aman
TRIBUN KALTIM/MUHAMMAD ARFAN
Salah satu dermaga di Sebatik Kabupaten Nunukan diabadikan beberapa waktu lalu. 

Laporan wartawan Tribun Kaltim Muhammad Arfan

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Dinas Perhubungan Kalimantan Utara mengklaim lalu lintas jalur laut antar negara antara Sebatik-Tawau bukan kewenangan penuh Dinas Perhubungan Kalimantan Utara.

Taupan Majid, Kepala Dinas Perhubungan Kalimantan Utara meminta Kementerian Perhubungan segera melakukan evaluasi besar-besaran terhadap pengelolaan perlintasan di batas negara Indonesia-Malaysia utamanya, jalur Sebatik-Tawau itu.

"Sebetulnya kita sudah ada jalur resmi di Nunukan. Tetapi itu dianggap lebih jauh dibanding jalur Sebatik (Sungai Nyamuk)-Tawau yang dianggap dekat. Jadi kebanyakan TKI (Tenaga Kerja Indonesia) umumnya pakai jalur dekat itu," kata Taupan saat disua Tribun, Jumat (6/7/2018).

Baca: Dari Bontang, Airlangga Hartarto Silaturahmi ke Balikpapan

Jalur Sebatik-Tawau lanjut Taupan sebetulnya sudah diusulkan menjadi jalur resmi.

Namun pemerintah Malaysia belum menyetujui hal tersebut, dengan alasan keberadaan lokasi dermaga Sungai Nyamuk itu masih status quo.

"Kita mau usahakan dermaga Sungai Nyamuk itu resmi, dibuat bagus. Tetapi ketika dibahas di forum Sosek-Malindo, belum ada kesepakatan," sebutnya.

Dinas Perhubungan mengimbau TKI menggunakan jalur resmi Nunukan-Tawau ketika menyeberang atau datang dari Tawau.

Baca: Mitra Kukar Jadi Korban Pembuktian Konsistensi Barito Putra

Dengan begitu kepastian hukum juga terjamin dan mengantisipasi tertangkapnya TKI Indonesia di Malaysia.

"Artinya kalau jalut resmi, tentu dilihat surat-suratnya oleh Imigrasi. Jadi relatif aman. Kalau lewat jalur ilegal kan cenderung menghindari pemeriksaan petugas, dan tidak aman," katanya.

Ia juga meminta pemilik-pemilik speedboat berhenti beroperasi di atas pukul 16.00 Wita dengan alasan keamanan.

"Apalagi kalau tidak pakai lampu. Itu yang menjadi pemicu kecelakaan," sebutnya.(*)

Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help