Dramatis, Kisah Perjuangan Seorang Ibu Selamatkan Anak-anaknya dari Longsor

Sebab, saat ini kami berusaha untuk menggali informasi mengenai jumlah korban yang tewas atau hilang," kata Katsuura

Dramatis, Kisah Perjuangan Seorang Ibu Selamatkan Anak-anaknya dari Longsor
AFP/STR/ JIJI PRESS
BERSIHKAN PUING - Petugas penyelamat bekerja untuk membersihkan puing di rel kereta kota Karatsu, Prefektur Saga, yang anjlok akibat tanah longsor Sabtu (7/7). 

TRIBUNKALTIM.CO, TOKYO - Sebanyak 20 orang dilaporkan tewas dalam hujan lebat dan tanah longsor yang menerpa kawasan barat Jepang. Newsweek dan AFP memberitakan Sabtu (7/7), dilaporkan juga 50 orang hilang, sementara 1,9 juta orang diperintahkan untuk evakuasi.

NHK memberitakan, seorang pria di Hiroshima tewas setelah jatuh dari jembatan ke sungai. Sedangkan kakek 77 tahun tewas tersapu ketika berusah membersihkan puing-puing. Pejabat dari Prefektur Ehime, Yoshinobu Katsuura, mengatakan bahwa ada kemungkinan jumlah korban mengalami penambahan.

"Sebab, saat ini kami berusaha untuk menggali informasi mengenai jumlah korban yang tewas atau hilang," kata Katsuura. Selain itu, terdapat seorang perempuan di Kurashiki, Okayama, yang menunggah kicauan minta tolong di Twitter karena rumahnya terendam air.

Perempuan itu menuliskan bahwa air telah memasuki lantai dua, dan saat ini sudah separuh menggenangi kamarnya. Anak-anaknya tidak mampu naik ke atap.

"Suhu tubuh sudah menurun sementara kami masih terjebak di rumah. Kami mohon seseorang datang dan menyelamatkan kami," ujar ibu tersebut. Perdana Menteri Shinzo Abe telah memerintahkan para menterinya untuk mengerahkan seluruh kemampuan mereka karena situasi yang dihadapi sangat serius.

Kepala Sekretariat Kabinet Yoshihide Suga berujar, Tokyo mengerahkan 48.000 anggota pemadam kebakaran, polisi, dan pasukan pertahanan.

Mereka merespon lebih dari 100 laporan terjadi tanah longsor, sementara sisanya dikerahkan untuk membantu proses evakuasi.

Adapun Menteri Pertahanan Itsunori Onodera menyampaikan, ada 21.000 personel militer yang siap untuk menunggu perintah.

"Saya memerintahkan mereka untuk melakukan penyelamatan menggunakan segala alat dari matra laut, darat, dan udara," tegas Onodera. Lebih lanjut, pejabat badan meteorologi Minako Sakurai menjelaskan, hujan lebat masih akan mengguyur kawasan barat hingga Minggu (8/7). (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "20 Orang Tewas dalam Hujan Lebat dan Tanah Longsor di Jepang", https://internasional.kompas.com/read/2018/07/07/19164481/20-orang-tewas-dalam-hujan-lebat-dan-tanah-longsor-di-jepang.


Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved