Home »

Techno

» Apps

Ini Alasan Go Jek di Vietnam Bernama Go Viet dan di Thailand Menjadi Get

Gojek memang beken di Indonesia, merk dagang transportasi online itu di Vietnam berubah jadi Go Viet dan Get di Thailand.

Ini Alasan Go Jek di Vietnam Bernama Go Viet dan di Thailand  Menjadi Get
Dailysocial
Gojek memang sudah beken sebagai operator transportasi seluler, kini melebarkan sayap ke Vietnem dengan brand Go Viet sedangkan di Thailand bernama Get. 

TRIBUNKALTM.CO.ID-- Perusahaan transportasi online Go-Jek Indonesia harus mengganti nama brand-nya menjadi Go-Viet di Vietnam dan Get di Thailand.

Padahal, para kompetitornya Grab dan Uber tidak pernah mengganti nama brand-nya dimanapun mereka berada.

Michael Say (VP Corporate Communications Go-Jek Indonesia) menjelaskan alasan Go-Jek mengubah nama brand-nya di Vietnam dan Thailand, karena Go-Jek ingin menularkan hasil perpaduan solusi layanan transportasi dengan kearifan lokal di wilayah setempat.

Gojek memang sudah beken sebagai operator transportasi seluler, kini melebarkan sayap ke Vietnem dengan brand Go Viet sedangkan di Thailand bernama Get.
Gojek memang sudah beken sebagai operator transportasi seluler, kini melebarkan sayap ke Vietnem dengan brand Go Viet sedangkan di Thailand bernama Get. (Dailysocial)

Baca: Menegangkan, Video Driver Gojek Diduga Teroris Ditangkap, Ojek Online Kini Mulai Jadi Sorotan

Baca: Beredar Bocoran Seragam Gojek Edisi Khusus Bulan Ramadhan, Netizen Langsung Bereaksi

Baca: Bos Gojek, Nadiem Makarin, Order dan Gojek Secara Langsung, Wajah Drivernya Langsung Pucat Abis

"Yang pasti, Go-Jek selaku menggunakan local approach ketika memasuki wilayah atau negara. Kami percaya apa yang berhasil di Indonesia dengan local approach, akan sukses di tempat lainnya. Jadi kalau dilihat di Thailand dan Vietnam, nama brand-nya berbeda," kata Michael di Jakarta, Jumat.

"Kami percaya dengan local founder kami yang di sana, punya pendekatan lokal yang berbeda dengan yang ada di Indonesia. Jadi, approach kami memang berbeda dari yang lain," ujarnya.

Go-Jek juga mengincar mengincar Filipina dan Singapura sebagai target berikutnya. Michael belum bisa mengungkapkannya tanggal debutnya di Filipina dan Singapura tetapi Go-Jek akan mewujudkannya pada tahun ini.

Gojek sudah menjadi brand beken untuk transportasi seluler, kini mengembangkan sayapnya di Viernam dan Thailand.
Gojek sudah menjadi brand beken untuk transportasi seluler, kini mengembangkan sayapnya di Viernam dan Thailand. (tribunnews.com)

Baca: Ditunggu Dishub Untuk Berdiskusi, Para Mitra Gojek Balikpapan Tak Datang

Baca: Ratusan Driver Gojek di Balikpapan Demo di Kantor Dishub, Ini Permintaan Mereka Kepada Pemkot

Baca: Sukses dan Tajir di Usia Muda, Ternyata Begini Kehidupan Keluarga Nadiem Makarim Bos Gojek

"Terkait dengan ekspansi ke internasional, belum bisa banyak ngomong. Tapi yang pasti, kita sampai akhir tahun akan launch di empat negara baru, Filipina dan Singapura, kemarin kita sudah launch di Thailand dan Vietnam," pungkasnya.

Go-Jek pun akan menggelontorkan dana investasi senilai USD500 juta atau sekitar Rp7.6 triliun untuk melakukan ekspansi ke empat negara di Asia Tenggara tersebut.

Eskpansi Go-Jek itu pun melibatkan beberapa investor besar yaitu Astra Internasional, JD.com, Tencent, dan Temasek.

Selain luar negeri, Go-Jek juga akan menggenjot jangkauan layanannya sendiri di Indonesia. Pada kuartal kedua 2018, Go-Jek akan hadir di 10 kota baru yang tersebar di beberapa daerah di Indonesia.

"Termasuk di Jawa dan Sumatra, seperti Sabang, Pangkal Pinang, dan Gorontalo. Dengan tambahan 10 kota, Go-Jek bakal beroperasi di 60 kota di Indonesia," pungkasnya.(info komputer)

Editor: Priyo Suwarno
Sumber: Info Komputer
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help