Pilgub Kaltim 2018

KPU Klaim Pemilu Tahun Ini jadi Partisipasi Tertinggi Pemilukada di Balikpapan

Khusus untuk Pemilukada boleh dikatakan Pilgub Kaltim 2018 memiliki tingkat partisipasi lebih tinggi dari sebelumnya.

KPU Klaim Pemilu Tahun Ini jadi Partisipasi Tertinggi Pemilukada di Balikpapan
TRIBUN KALTIM/SITI ZUBAIDAH
Noor Thoha, Ketua KPU Balikpapan saat ditemui Tribunkaltim diruang Kerjanya Selasa (10/4/2018). 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Muhammad Fachri Ramadhani

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Komisi Penyelenggara Pemilu (KPU) Balikpapan mengklaim partisipasi pemilih pada Pemilukada Kaltim 2018 di Balikpapan jadi yang tertinggi dari sebelumnya.

"Pilgub 2013 cuma 56 persen, Pilwali Balikpapan 2015 itu 60,34 persen, sekarang (Pilgub Kaltim 2018) 64 persen," kata Ketua KPU Balikpapan Noor Thoha.

Khusus untuk Pemilukada boleh dikatakan Pilgub Kaltim 2018 memiliki tingkat partisipasi lebih tinggi dari sebelumnya.

Baca: Ketum Golkar Airlangga Bersua dengan Isran Noor, Bahas Cawapres Hingga Dukungan Pemerintahan

Kendati demikian hal itu tak berpengaruh pada Pemilu Legislatif maupun Pemilu Presiden.

"Partisipasi tertinggi Pilgub 2018 ini. Tapi unuk Pileg dan Pilpres bisa sampai 69 persen partisipasi," bebernya.

Boleh jadi stigma berpikir masyarakat dewasa kini yang mulai berubah terhadap pemilu, selain itu juga karena faktor perbaikan administrasi penyelenggara pemilu yang semakin baik.

Namun tetap saja, penyelenggaraan Pemilukada di Balikpapan menyisakan cerita golput alias warga yang tak menggunakan hak pilihnya.

Baca: Nanti Malam Swedia Vs Inggris, Ini Taruhan antara Ibra dan David Beckham

Padahal, Thoha mengaku sudah berupaya maksimal melakukan sosialisasi tahapan demi tahapan.

Namun hingga rekapitulasi akhir, pihaknya tak sampai target partisipasi 70 persen pemilih.

"Kami sudah maksimal. Dalam hal kita lakukan upaya, ada masyarakat apatis tak menggunakan hak pilihnya, tentu ada something wrong," ucapnya.

Baca: Respon KPK saat Hak Politik Bupati Kukar Rita Widyasari Dicabut

Menurutnya, pendidikan politik harus senantiasa digaungkan kepada lapisan masyarakat.

Namun, jangan juga berharap perubahan bisa terjadi dengan instan.

"Panjang memerlukan waktu, kalau perlu 1 generasi hilang, baru ada generasi berikutmya yang punya kesadaran tinggi politik. Ini tanggung jawab KPU pun pemerintah dan parpol sebagai pilar demokrasi," paparnya. (*)

Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help