Pakaian Bekas Cemari Pantai sudah Dibersihkan, Polisi Diminta Usut Pemilik Kapal

Akibat karam di perairan Pulau Sangalaki, sebuah kapal kelotok pengangkut bekas mencemari pantai dan terumbu karang

Pakaian Bekas  Cemari Pantai sudah Dibersihkan, Polisi Diminta Usut Pemilik Kapal
HO
Kapal Pengangkut Pakaian Bekas Tenggelam di Perairan Sangalaki, Begini Dampaknya 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Akibat karam di perairan Pulau Sangalaki, sebuah kapal kelotok pengangkut bekas mencemari pantai dan terumbu karang di sekitar pulau wisata yang juga menjadi kawasan konservasi penyu ini. Bahkan sejak 29 Juni lalu, masyarakat, komunitas selam dan instansi pemerintah diterjunkan untuk membersihkan pakaian bekas yang mencemari laut ini.

Masyarakat dan pemerintah harus bertindak cepat, jika tidak, dikhawatirkan ribuan terumbu karang akan mati. "Alhamdulillah akhirnya sampah pakaian bekas yang ada diperairan Pulau Sangalaki bisa dibersihkan sampai habis berkat kerjasama UPTD perikanan wilayah II, PSDKP Pulau Derawan serta masyarakat pulau Derawan dan Maratua," kata Wakil Bupati Berau, Agus Tantomo, Jumat (6/7).

Pembersihan pakaian bekas ini membutuhkan waktu sekitar delapan hari. Lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya. Dengan demikian, diharapkan aktivitas pariwisata dan konservasi diharapkan bisa kembali normal.

Baca: Totalitas dalam Film Sabrina, Luna Maya Rela Dikubur dalam Pasir

Sebelumnya, beberapa komunitas, diantaranya Berau Journalist Diver, Freediver Berau dan Puri Berau juga telah berupaya memperbaiki terumbu karang yang rusak dengan cara transplantasi. Masyarakat Pulau Derawan dan Maratua, secara sukarela juga ikut terlibat dalam pembersihan ini. Sementara sejumlah resort juga turut membantu dengan menyediakan transportasi seperti speedboat.

Kepala Dinas Pariwisata Berau, Mappasikra Mappaseleng mengimbau kepada seluruh masyarakat, termasuk para wisatawan untuk ikut menjaga kebersihan tempat-tempat wisata.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Berau, yang juga warga Pulau Derawan meminta agar aparat kepolisian mengusut siapa pemilik ribuan pakaian bekas tersebut, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Baca: Selain Divonis 10 Tahun Penjara, Bupati Nonaktif Rita Widyasari Juga Dicabut Hak Politiknya

"Masyarakat perlu tahu, siapa yang bertanggung jawab. Karena selain ini berkaitan dengan lingkungan, juga berkaitan dengan dugaan barang ilegal," tegasnya. Apalagi kasus ini menurutnya sudah telanjur menarik perhatian masyarakat dan juga wisatawan.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Berau AKP Andika Dharma Sena mengatakan, polisi telah memeriksa dua orang saksi guna menyelidiki pemilik kapal pengangkut pakaian bekas yang tenggelam di perairan Sangalaki.

"Memang ada dua orang yang kami periksa sebagai saksi. Tapi kami belum mengetahui siapa pemilik kapal," ujarnya. (*)

Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help