Desak Segera Bangun Gedung SMPN 1, Alumni dan Siswa Kumpulkan Tandatangan

Selama tiga tahun terakhir pembangunan gedung SMPN 1 Tenggarong belum juga terwujud.

Desak Segera Bangun Gedung SMPN 1, Alumni dan Siswa Kumpulkan Tandatangan
Tribun Kaltim
Aksi tandatangan dukungan untuk mendesak pemerintah segera membangun gedung SMPN 1 Tenggarong 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Selama tiga tahun terakhir pembangunan gedung SMPN 1 Tenggarong belum juga terwujud. Pembangunan gedung yang dianggarkan sekitar Rp 42 miliar ini belum ada progres sama sekali.

Siswa SMPN 1 masih menumpang di gedung SMKN 2 Tenggarong dengan risiko pengurangan jam pelajaran. Prihatin atas kondisi ini, sejumlah alumni yang tergabung dalam IKA SMPN 1 Tenggarong menggelar aksi simpatik berupa dukungan untuk percepatan pembangunan gedung SMPN 1 di area Car Free Day (CFD), Pelabuhan Penyeberangan Pulau Kumala, Minggu (8/7).

Mereka membentangkan kain putih sepanjang 10 meter. Para alumni juga mengumpulkan tanda tangan dari masyarakat.

Baca: Presiden Jokowi Mendadak Telepon Isran Noor, Ini yang Dibicarakan

"Aksi ini digelar karena prihatin dengan kondisi adik-adik kami yang sampai sekarang masih menumpang di gedung SMKN 2. Kalau menumpang 1-2 hari nggak masalah, tapi ini sudah 3 tahun," ujar Mahendra, Sekretaris IKA SMPN 1 Tenggarong.

Aksi simpatik ini menjadi dukungan moril dari para alumni. Ia berharap pembangunan gedung SMPN 1 segera terealisasi.

"Saya dapat info saat ini masih proses lelang, maka itu kami akan kawal proses lelangnya. Kalau kita tarik mundur 3 tahun, selalu mandek di perencanaan lelang, tapi aksinya nggak ada," tuturnya.

Ia menyadari, dua tahun ini proyek pembangunan gedung SMPN 1 mangkrak dan tidak ada kejelasan. Aksi simpatik ini tidak hanya dihadiri para alumni, tapi juga guru dan murid SMPN 1. Beberapa murid SMPN 1 juga menampilkan hiburan musik. Bahkan, peminat di SMPN 1 tiap tahun ajaran baru dalam 3 tahun terakhir menurun drastis karena dampak ketidaktersediaan gedung.

Baca: Mobil Miliik Warga Pasuruan Terbakar di Kota Malang, Penumpang Selamat

Kepala SMPN 1 Tenggarong Mustangirun mengatakan, sebagai pihak yang menumpang selalu mengalami hal tidak enak. Ia berharap dalam waktu 1-2 tahun ini, gedung SMPN 1 ini bisa dibangun dan ditempati. Selama 3 tahun ini murid SMPN 1 belajar siang hari bergantian dengan siswa SMKN 2 sehingga jam pelajaran terpaksa dikurangi,

"Kalau waktu masuk pagi dulu, satu jam pelajaran memakan waktu 40 menit, sekarang dikurangi jadi 30 menit, itupun kita siasati untuk mata pelajaran Penjaskes terpaksa dilaksanakan pagi hari, kalau olahraga digelar sore kami malah kesulitan karena lapangannya agak jauh tempatnya dari lokasi sekolah (SMKN 2)," katanya.

Baca: Lima Kandidat Siap Perebutkan Kursi Rektor Unmul, Ini Bocoran Visi-Misi Mereka

Siswa SMPN 1 Tenggarong terdiri 27 rombongan belajar, sehingga seswa SMPN 1 meminjam 27 ruang kelas milik SMKN 2. Mereka masuk siang mulai pukul 13.30-17.30. (*)

Penulis: Rahmad Taufik
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help