Ketua DPRD Bulungan: Perpeloncoan Bukan Kekinian, Gunakan Medsos untuk Pengembangan Diri

Karena itu, pola pikir di satuan pendidikan baru harus benar-benar diorientasikan dengan baik kepada siswa baru.

Ketua DPRD Bulungan: Perpeloncoan Bukan Kekinian, Gunakan Medsos untuk Pengembangan Diri
TRIBUN KALTIM/MUHAMMAD ARFAN
Syarwani, Ketua DPRD Bulungan 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim Muhammad Arfan

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Ketua DPRD Bulungan Syarwani mengharapkan masyarakat ikut mengawasi jalannya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) selama dua hari ke depan.

Syarwani tidak ingin di Bulungan ada ditemukan praktek perpeloncoan terhadap peserta didik baru dari kakak kelasnya maupun penitia MPLS secara umum.

Perpeloncoan kepada siswa baru, kata Syarwani, sudah bukan zamannya sekarang ini.

"Tidak baiklah untuk dunia pendidikan. Harus bagaimana menggiring transisi jenjang pendidikan SD ke SMP, SMP ke SMA/SMK ke arah positif," kata Syarwani saat disua Tribun di Kantor DPRD Bulungan, Senin (9/7/2018).

Transisi SD ke SMP, SMP ke SMA kata Syarwani tentu punya suasana yang berbeda.

Karena itu, pola pikir di satuan pendidikan baru harus benar-benar diorientasikan dengan baik kepada siswa baru.

Sanksi-sanksi pelanggaran disiplin yang di luar kewajaran apalagi sampai menimbulkan hal-hal luar biasa lanjutnya, wajib tidak diterapkan.

Syarwani menyebutkan, yang rawan terjadi praktek perpeloncoan ada di transisi SMP ke SMA.

"Harus betul-betul mengedukasi. Akan jauh lebih baik jika MPLS ini sebagai ajang pengenalan lingkungan sekolah secara mendalam, walau waktunya singkat, hanya tiga hari," katanya.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved