Berita Video

Puluhan Mahasiswa Gelar Aksi Penolakan Kenaikan BBM

Mahasiswa juga dibuat kecewa dengan sistem kenaikan BBM tersebut yang cenderug diam-diam tanpa melakukan pemberitahuan

Puluhan Mahasiswa Gelar Aksi Penolakan Kenaikan BBM
TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO
Sejumlah menggelar aksi unjuk rasa damai menuntut pemerintah mengevaluasi dan menurunkan harga BBM di simpang 3 jalan Kusuma Bangsa, Samarinda Ulu Kalimantan Timur, Senin( 9/7/2018) 

Laporan wartawan tribunkaltim.co, Christoper D

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Garuda Mulawarman dan BEM Polnes Samarinda menggelar aksi damai di depan SPBU Kesuma Bangsa, Senin (9/7) sore tadi.

Aksi itu dilakukan sebagai bentuk penolakan mahasiswa terhadap kenaikan harga BBM kendati yang naik merupakan BBM non subsidi, diantaranya Pertamax naik dari Rp 9.100 menjadi Rp 9.700, Pertamax Turbo naik dari Rp 10.150 menjadi Rp 10.700, Dexlite naik dari Rp 8.100 menjadi Rp 9.000, dan Pertamina Dex naik dari Rp 10.000 menjadi Rp 10.500.

Baca Juga :

Kembali Diperbincangkan, Ini Kisah di Balik Munculnya Jargon Fenomenal Maju Mundur Cantik

Bergerak ke Tanah Grogot, BNN Angkut Tiga Pengedar ke Samarinda

Kini Tren Era Musik Digital, Tantri Kotak Sebut Tanda Tangan di Cover Album CD Bakal Dirindukan

Mahasiswa juga dibuat kecewa dengan sistem kenaikan BBM tersebut yang cenderug diam-diam tanpa melakukan pemberitahuan kepada masyarakat. Mahasiswa mencatat terdapat lima kali kenaikan harga BBM di era Jokowi-Jk, diantaranya terjadi pada 13 Januari, 20 Januari, 24 Februari, 24 Maret, dan 1 Juli silam.

"Selalu diam-diam dengan dalih kenaikan harga minyak dunia, ini merupakan sebagai bentuk kepanikan dari Presiden Jokowi karena pemerintah kesulitan membayar cicilan hutang luar negeri," ucap Jendral Aliansi Garuda Mulawarman, Freijae Rakasiwi, Senin (9/7/2018).

Lanjut dia menjelaskan, dengan kenaikan harga BBM tersebut, dampak langsung yang dirakan oleh masyarakat yakni, kenaikan harga produksi, yang berimbs terhadap naiknya harga barang-barang kebutuhan pokok masyarakat.

"Tentu dampaknya ke masyarakat langsung, mulai dari naiknya harga kebuthan pokok, dan kebutuhan lainnya," ungkapnya.

Akibat kebijakan pemerintah yang menaikan harga BBM, masa aksi pun meneriakan Jokowi bohong berulang kali, sebagai bentuk kekecewaan terhadap pemerintahan saat ini.

 "Jokowi bohong...Jokowi bohong," teriak masa aksi.

Simak Videonya :

(*)

Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Arif Fadilah
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help