Pilkada Tarakan

Tidak Ada Paslon yang Mengajukan Gugatan di Pilkada Tarakan

Dalam penetapan rekapitulasi ini perolehan suara terbanyak diraih pasangan calon (paslon) nomor urut 2 Khairul-Efenddhi Djuprianto.

Tidak Ada Paslon yang Mengajukan Gugatan di Pilkada Tarakan
Tribun Kaltim/Junisah
KPU Kota Tarakan saat melakukan penetapan rekapitulasi perolehan suara calon Walikota dan Wakil Walikota Tarakan 4 Juli lalu di Gedung Graha Pemuda 

TRIBUNKALTIM.CO - Penetapan rekapitulasi perolehan suara calon Walikota dan Wakil Walikota Tarakan telah dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tarakan 4 Juli lalu.

Dalam penetapan rekapitulasi ini perolehan suara terbanyak diraih pasangan calon (paslon) nomor urut 2 Khairul-Efenddhi Djuprianto.

Dengan hasil penetapan rekapitulasi perolehan suara ini, KPU Kota Tarakan memberikan kesempatan selama tiga hari kepada tiga paslon yang ingin melakukan gugatan ke Mahkamah Konsitusi (MK) terkait penetapan rekapitulasi perolehan suara.

Baca: Cari Penyebab Banjir, Walikota Balikpapan Temukan Kabel Optik dan Sampah Dalam Gorong-gorong

Menurut Ketua KPU Kota Tarakan, Teguh Dwi Subagyo, diberikan waktu selama tiga hari setelah penetapan perolehan suara, berarti sampai 7 Juli.

Namun selama tiga hari diberikan waktu, tidak ada satupun paslon yang mengajukan gugatan.     

“Sampai sekarang kami tidak mendapatkan informasi pendahulan terkait gugatan. Bahan di Panwaslu juga tidak mendapatkan informasi gugatan. Biasanya kalau ada gugatan pastinya ada informasi pendahuluan, tapi ini tidak ada. Berarti tidak ada yang mengajukan gugatan,” ucapnya, Senin (9/7/2018).

Baca: Gagal Umrah, Calon Jemaah ATM Mengadu di Diskusi dengan Universitas Airlangga

Teguh mengatakan, pihaknya juga telah membuka website MK, untuk melihat apakah ada gugatan atau tidak di Pilkada Taraka.

Namun saat website MK dibuka ternyata belum ada datanya. Kemungkinan data gugatan pilkada di seluruh Indonesia baru dapat dilihat 10 Juli.

 “Belum ada data gugatan pilkada, karena rekapitulasi perolehan suara kabupaten dan kota di seluruh Indonesia dimulai 4-6 Juli. Nah berarti kalau dihitung mulai 6 Juli diberikan waktu selama tiga hari, berarti 9 Juli ini data gugatan pilkada seluruh Indonesia masuk. Sehingga kita bisa melihat kepastiannya, besok, Selasa (10/7/2018),” ujarnya.

Baca: Tak Dilibatkan Lagi dalam Pemilihan Rektor Unmul, Mahasiswa Bentuk Tim Khusus

Meskipun begitu, kata Teguh, ia mendapatkan informasi dari RRI Pusat, untuk gugatan Pilkada di Indonesia, ada 9 kabupaten dan kota yang telah mengajukan gugatan Pilkada dan Pilkada Tarakan tidak ada dalam 9 kabupaten dan kota tersebut,

“Artinya tidak ada gugatan Pilkada Tarakan. Kalau tidak ada gugatan, kita rencanakan penetapan paslon terpilih dilakukan 11 Juli mendatang di Hotel Monaco. Walaupun begitu kita tetap masih menunggu informasi dari website MK pada 10 Juli malam,” ujarnya.

Penulis: Junisah
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved