Bahas Penggunaan Kantong Plastik di Pasar Tradisional, Pemkot Balikpapan Akan Panggil Pedagang

Saat ini perwali yang ada khusus retail modern akan dibuat lagi perwali yang berkaitan dengan pasar tradisional.

Bahas Penggunaan Kantong Plastik di Pasar Tradisional, Pemkot Balikpapan Akan Panggil Pedagang
Tribun Kaltim/Fachmi Rachman
Walikota Balikpapan Rizal Effendi memberikan sambutan pada launching pelaksanaan Perwali Kota balikpapan no 08 tahun 2018 di ruang marketing lounge Borneo bay plaza Balikpapan, selasa (3/7). Pemerintah Kota balikpapan akan melaksanakan perwali tentang penguranfan penggunaan kantong plastik di Balikpapan dengan jalan tidak lagi menyediakan kantong plastik di supermarket 

TRIBUNKALTIM.CO - Pemkot Balikpaan dalam hal ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama Dinas Perdagangan akan memanggil para pedagang untuk membahas penggunaan plastik di pasar tradisional.

Kepala Dinas Perdagangan Balikpapan M Saufan mengatakan, untuk masalah sampahnya itu urusannya ada di DLH. Namun, untuk perwali ke pasar tradisional belum.

"Kami akan mengumpulkan dulu para pedagang. Akan ada dialog dengan pedagang," kata Saufan, Rabu (11/7/2018).

Baca: RSUD Bulungan Masih Butuh Puluhan Tenaga Kesehatan dan Non Medis

Hal senada pun diungkapkan Kepala DLH Balikpapan Suryanto. Dimana DLH akan menambah perwali baru lagi terkait penggurangan sampah kepada pedagang di pasar tradisional.

Sebelumnya Pemkot Balikpapan telah menerapkan perwali nomor 8 tahun 2018 terkait pengurangan, penggunanaan sampah plastik.

"Pasar tradisional sudah diindetifikasi dengan Pak Saufan akan dilakukan dialog terlebih dahulu. Nanti kami akan dialog dulu, setelah itu ada perwali khusus untuk retail tradisional," kata Suryanto.

Saat ini perwali yang ada khusus retail modern akan dibuat lagi perwali yang berkaitan dengan pasar tradisional.

DLH pun belum bisa mendesain Perwali lagi jika belum ada dialog dengan pedagang. Perwali Nomor 8 tahun 2018 itu sasarannya hanya supermarket dan retail modern, belum termasuk dengan pasar tradisional.

Baca: Kapolda Sampaikan Amanat Presiden Saat Apel Peringatan Hari Bhayangkara

"Sebenarnya semua itu tergantung masyarakat masing-masing untuk menyikapi masalah penggunaan plastik ini. Retail sudah menyediakan tas yang bisa dilipat dan digunakan untuk belanja berkali-kali," ungkap Suryanto.

Tas ramah lingkungan atau Paper Bag ini sudah banyak yang jual, dengan harga yang terjangkau. 

"Untuk harga paper bag ini tergantung mekanisme pasar. Sanksi sudah jelas, pengawasan pun terus dilakukan," kata Pria yang pernah menjabat sebagai kepala Bappeda Balikpapan ini.

Dalam Perwali itu supermarket diwajibkan menyediakan tas yang ramah lingkungan.

Bisa tas daur ulang, dan paper bag yang terbuat dari  bahan nabati. Dimana dalam waktu seminggu tas tersebut terurai ditanah.

Baca: Spanduk Dukungan Kepada Jokowi Sudah Tersebar di Samarinda

"Semua pengawasannya nanti dilakukan oleh OPD dan Satpol PP, saat ini semua tim satpol PP sudah bergerak. Dan para supermarket dan retail mematuhi perwali tersebut," katanya.

Penulis: Siti Zubaidah
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved