Bank Cari Dana Segar dari Pasar Modal untuk Bisnis Jangka Panjang

Global bond sebagai diversifikasi pendanaan dolar USD untuk pendanaan jangka panjang.

Bank Cari Dana Segar dari Pasar Modal untuk Bisnis Jangka Panjang
Tribunnews
Ilustrasi - Uang baru THR Lebaran 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Perbankan tengah berburu dana dari para investor. Tambahan modal itu perlu untuk meningkatkan ekspansi sekaligus memperkuat modal bank di masa mendatang. Apalagi, tantangan perbankan akan semakin besar.

Sejauh ini, modal perbankan cukup tebal tecermin dari rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) sebesar 22,25% per April 2018. Dengan rincian modal Rp 1.160,31 triliun dan aset tertimbang menurut risiko (ATMR) Rp 5.213,75 triliun.

Sebagai bank besar,  PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) masih membutuhkan pendanaan. BRI tengah melakukan roadshow untuk memasarkan global bond. Bank berplat merah ini melakukan perjalanan ke Singapura, Hong Kong dan London mulai 11 Juli nanti.

Haru Koesmahargyo, Direktur Keuangan BRI mengatakan, langkah ini merupakan eksplorasi opsi pendanaan. Global bond sebagai diversifikasi pendanaan dolar USD untuk pendanaan jangka panjang.

"Global bond ini akan menggantikan global bond yang sudah jatuh tempo di tahun 2018 ini," katanya, Selasa (10/7).

Rencananya, BRI akan mengumumkan penerbitan global bond pada pekan depan.

Sedangkan, PT Bank Mayapada Internasional Tbk mengambil strategi rights issue untuk memperkuat modal. Bank berkode saham MAYA ini akan menerbitkan 910 juta saham baru melalui rights issue dengan target dana sebesar Rp 2 triliun.

Hariyono Tjahjarijadi, Direktur Utama Mayapada bilang, pihaknya akan mengelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) untuk meminta persetujuan pemegang saham pada 31 Juli.

Bila langkah ini disetujui oleh pemegang saham dan pendaftaran dinyatakan efektif oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), maka rights issue ini bakal memperkuat struktur permodalan bank milik Tahir ini.

Nah, modal ini akan menambah kemampuan bank meningkatkan kegiatan usaha, kinerja dan daya saing. Harapannya, aksi korporasi ini bisa meningkatkan imbal hasil nilai investasi seluruh pemegang saham.

Bank yang sahamnya dipegang oleh Cathay Life Insurance ini menargetkan kinerja akan positif hingga akhir tahun.

Hariyono mengatakan, pihaknya membidik pertumbuhan kredit sebesar 17%-18% di akhir tahun. Adapun, realisasi kredit mencapai Rp 60,3 triliun per Mei 2018.

Dari target kredit tersebut, maka margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) berada di angka 4,5% dengan target laba Rp 1,2 triliun di akhir tahun.

Pendanaan ritel
Berbeda, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) tidak memiliki rencana untuk menerbitkan obligasi ataupun rights issue pada paruh kedua 2018. Nixon Napitupulu, Direktur BTN menghimpun dana melalui giro untuk menjaga pendanaan.

Tak hanya giro, bank berkode saham BBTN ini mencari dana dari tabungan dan deposito. (*)

Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help