Kapten Persiba Kecewa dengan Kepemimpinan Wasit saat Lawan PSMP

Persiba Balikpapan mengalami kekalahan dilaga pekan ketujuhnya di kandang PS Mojokerto Putra (PSMP)

Kapten Persiba Kecewa dengan Kepemimpinan Wasit saat Lawan PSMP
(Persibafc_media)
Siswanto mengejar pemain PSMP dalam laga Selasa (10/7/2018) kemarin. Dirinya kesal lantaram keputusna wasit yang tidak fair di lapangan. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Persiba Balikpapan mengalami kekalahan dilaga pekan ketujuhnya di kandang PS Mojokerto Putra (PSMP) pada Selasa (10/7/2018) kemarin.

Namun dibalik kekalahan tersebut, ada kekecewaan yang diutarakan kapten tim Beruang Madu kepada Tribunkaltim.co, pada Rabu (11/7/2018).

Menurutnya kekalahan kemarin tidak terlepas dari faktor non teknis.

Siswanto merasa kepemimpinan wasit Muhammad Irham kala itu sangat berat sebelah.

Baca: Disebut sebagai Pengganti Cristiano Ronaldo, Begini Respon Kylian Mbappe

Siswanto dkk merasa sejak menit awal laga dimulai, wasit sudah melakukan hal-hal yang merugikan tim Beruang Madu.

Bahkan tidak sedikit keputusan wasit tersebut dianggap kontroversial oleh para punggawa Persiba.

"Mulai awal sampai akhir kita lawan 14 orang mas. 11 pemain, 1 wasit, dan 2 asisten wasit. Beberapa kali memang Barep (kiper) sejak babak pertama dipancing emosinya, sebagai wasit tidak seharusnya mengancam akan memberi penalti. Dan terbukti dibabak kedua mereka mendapatkan penalti," katanya Rabu (11/7/2018).

Baca: Putrinya Tak Lolos Sekolah Negeri, Kang Emil: Zara Kini Bahagia dan Gembira di SMP Swasta

Bahkan pada menit 60 kala itu, kiper Persiba, Barep Wahyudi mengalami intimidasi dan pemukulan oleh pemain cadangan PSMP yang masuk kelapangan saat kericuhan terjadi didepan gawang Persiba.

Selain itu banyak posisi pemain Beruang Madu yang selalu masuk offside, padahal menurut mereka setelah melihat rekaman ulang pertandingan posisi mereka sedang dalam onside, dan untuk pemain PSMP sebaliknya juga.

"Ya dipukul oleh pemain depan dan cadangan Mojokerto padahal saat itu posisi bola kiper, dan malah dihajar sama mereka mas. Dan kita sering kena offside, padahal dari rekaman kita liat itu posisi onside. Kita sudah main bagus mas, kita kalah sportif dari wasit mereka," jelasnya.

Baca: Tiket Pesawat Tujuan Balikpapan Mahal, Siswa SMA Ini Pilih Menunggu di Jakarta

Pemain senior ini pun berharap wasit dalam Liga di Indonesia berbenah. Karena sangat merugikan bagi tim yang benar-benar bermain fairplay dan menjunjung tinggi sportifitas.

"Semoga berbenah dan fairplay untuk wasit di Indonesia terutama di Liga 2, kita butuh kepemimpinan yang jujur. Biar Barcelona sekalipun yang melawan PSMP, jika wasitnya seperti itu, tetap saja tidak akan menang mas," katanya dengan sedikit kesal.

Penulis: Imaduddin Abdur Rachim
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help