Pilgub Kaltim 2018

Ketemu Mahasiswa Balikpapan, Tiga Pilot Nonton Piala Dunia Modal Rp 14 Juta

BIAYA yang besar sering jadi hambatan bagi pencinta sepak bola untuk datang nonton Piala Dunia.

Ketemu Mahasiswa Balikpapan, Tiga Pilot Nonton Piala Dunia Modal Rp 14 Juta
TRIBUNNEWS/DEO
Bertemu pilot muda asal Indonesia yang bisa nonton Piala Dunia di Rusia bermodal uang Rp 14 juta 

TRIBUNKALTIM.CO - BIAYA yang besar sering jadi hambatan bagi pencinta sepak bola untuk datang nonton Piala Dunia. Tapi, cara yang dilakukan pilot-pilot muda Indonesia ini patut dicoba. Mereka hanya mengeluarkan uang Rp14 juta untuk datang ke Rusia menyaksikan pertandingan Piala Dunia 2018.

BEKERJA di sebuah maskapai penerbangan memang banyak manfaatnya. Setidaknya itu yang didapatkan Erick, Adit, dan Andre, tiga pilot muda Indonesia yang saya temui di Fan Fest Saint Petersburg, Rabu (11/7) dini hari waktu Indonesia.

Saya bertemu mereka bertiga secara tidak sengaja. Tepat setelah saya melewati pintu pemeriksaan Fan Fest, saya melihat tiga laki-laki dan seorang perempuan berkerudung sedang berbincang di area kuliner Fan Fest.

Baca: Kalah Gara-gara Kesalahan Sendiri, Pelatih Borneo FC Berang

Saya saat itu sedang bersama Dinda, mahasiswa asal Balikpapan yang kuliah di Saint Petersburg. Dinda ternyata mengenal perempuan berkerudung itu karena mereka sama-sama mahasiswa asal Kaltim di Saint Petersburg. Saya kemudian berkenalan dengan perempuan itu dan tiga laki-laki lainnya.

Ternyata Erick, Adit, dan Andre baru mengenal perempuan itu di Fan Fest. Erick, Adit, dan Andre berasal dari Jakarta. Tiba di Rusia melalui Moskow pada 1 Juli lalu. Mereka telah menyaksikan pertandingan babak 16 besar antara Kolombia dan Inggris di Moskow, (3/7).

"Kami bidding tiket Februari lalu. Kami tergolong nekat karena waktu itu belum dapat tiket pertandingan, namun sudah bayar tiket pesawat dan penginapan," tutur Adit.

Mereka terbang ke Rusia dari Hong Kong. Dari Jakarta ke Hong Kong mereka mendapatkan fasilitas tiket gratis menggunakan maskapai penerbangan tempat mereka bekerja. "Kami di bagian flight operation. Tugas kami yang menerbangkan pesawat," ujar Erick merendah.

Baca: Inilah 4 Fakta Kepindahan CR7 dari Real Madrid ke Juventus; Mulai Gaji hingga Alasan

Di Rusia mereka berlibur tanpa biaya besar. Kecuali Andre yang masuk menggunakan visa turis, Adit dan Erick tak perlu mengeluarkan uang untuk mengurus visa karena menggunakan Fan ID. "Kami hanya keluar Rp 14 juta untuk 14 hari. Itu termasuk tiket pesawat, tiket pertandingan dan tempat menginap. Murah, kan. Kami tertolong oleh fasilitas dari tempat kami bekerja," ujar Erick.

Tiket pertandingan saja mereka ambil yang murah. Mereka beli tiket kategori ketiga seharga 115 dollar Amerika Serikat, setara Rp1,6 juta.

Erick, Adit, dan Andre kembali ke Moskow tak lama setelah kami bertemu jelang tengah malam. Mereka menumpang kereta dari Saint Petersburg ke Moskow pukul 02.30. "Kami ambil yang kelas bawah supaya murah," ujar Andre.

Baca: Pertamina Genjot Produksi Blok Mahakam

Sejauh ini tiga pilot muda itu baru menyaksikan langsung di stadion pertandingan antara Kolombia dan Inggris. Setelah perjumpaan kami, mereka ingin coba membeli tiket babak semi final antara Kroasia dan Inggris di Moskow.

Mereka tertarik setelah saya menceritakan pengalaman saya membeli tiket pertandingan Piala Dunia 2018 di calo. Nama di Fan ID dan tiket tidak perlu sama karena pemindaian Fan ID dan tiket di pintu masuk stadion dilakukan tidak bersamaan. Pemindaian dilakukan hanya untuk memastikan keaslian tiket dan Fan ID. (tribunnews/deo)

Editor: Sumarsono
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved