Masyarakat Akan Gelar Aksi Menolak Pengosongan Lahan Rumah Sakit Islam

Sutrisno, dari Tim Advokasi RSI menambahkan bahwa rencana Pemprov Kaltim ini cukup mengejutkan.

Masyarakat Akan Gelar Aksi Menolak Pengosongan Lahan Rumah Sakit Islam
TRIBUN KALTIM / DOAN E PARDEDE
Gerakan Masyarakat Peduli RSI menggelar konferensi pers di Hotel Mesra, Jalan Pahlawan, Rabu (11/7/2018) 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Doan Pardede

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Gerakan Masyarakat Peduli Rumah Sakit Islam (RSI) Samarinda dengan tegas menolak rencana Pemprov Kaltim mengosongkan lahan yang kini berdiri RSI di Jalan Gurami.

Berdasarkan surat bernomor : 028/2963/1293-VI/BPKAD tertanggal 9 Juli 2018 yang ditujukan kepada Ketua Yayasan RSI, Pemprov Kaltim akan melakukan pengosongan lahan, Kamis (12/7/2018).

Sebagai bentuk penolakan, kata Andre Noor, dari Gerakan Masyarakat Peduli RSI dalam konferensi pers yang digelar di Hotel Mesra, Jalan Pahlawan, Rabu (11/7/2018) malam, pihaknya akan menggelar aksi di seputaran RSI, sebelum kegiatan pengosongan lahan dilakukan.

Dalam konferensi persnya, Gerakan Masyarakat Peduli RSI menegaskan beberapa hal.

Pertama, karena tidak disertai dengan surat resmi dari Pengadilan tentang eksekusi lahan, maka Gerakan Masyarakat Peduli RSI menganggap rencana pengosongan lahan oleh Pemprov Kaltim ini melawan hukum.

Kedua, RSI sebagai rumah sakit Islam pertama di Kaltim, tidak seharusnya ditutup secara paksa. RSI ini juga sudah didaftarkan sebagai Cagar Budaya.

Baca juga:

Disebut sebagai Pengganti Cristiano Ronaldo, Begini Respon Kylian Mbappe

Putrinya Tak Lolos Sekolah Negeri, Kang Emil: Zara Kini Bahagia dan Gembira di SMP Swasta

Halaman
12
Penulis: Doan E Pardede
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help