Pilkada Tarakan

Penetapan Paslon Terpilih Pilkada Tarakan Diundur Sampai 23 Juli, Ini Alasannya

rencananya, Rabu (11/7/2018) malam di Hotel Monaco akan menetapkan pasangan calon (paslon) terpilih di Pilkada Tarakan.

Penetapan Paslon Terpilih Pilkada Tarakan Diundur Sampai 23 Juli, Ini Alasannya
TRIBUN KALTIM / JUNISAH
Ketua KPU Kota Tarakan Teguh Dwi Subagyo 

TRIBUNKALTIM.CO - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tarakan rencananya, Rabu (11/7/2018) malam di Hotel Monaco  akan menetapkan pasangan calon (paslon)  terpilih di Pilkada Tarakan. Pasalnya tidak adanya gugatan di Pilkada Tarakan.

Namun rencana penetapan paslon terpilih ini terpaksa diundur oleh KPU Tarakan, setelah KPU Tarakan mendapatkan informasi dari KPU RI, bahwa penetapan paslon terpilih baru dapat dilakukan paling cepat 24 Juli mendatang.

Ketua KPU Kota Tarakan, diundurnya penetapan paslon terpilih, karena harus menunggu meknisme yang diberlakukan untuk penerbitan register gugatan ke Mahkamah Konsitusi (MK) yang ternyata masih membutuhkan waktu yang tidak sebentar

Baca: 6 Jam Hujan Guyur Tarakan, Debit Air di Dua Embung Meningkat 20 Centimeter

“Walaupun pendaftaran gugatan ke MK ditutup 10 Juli, namun panitera MK masih melakukan register untuk semua permohonan perselisihan hasi pemilihan (PHP) ke dalam buku register perkara konstitusi (BTRK) dan BTRK ini baru akan dirilis 23 Juli,” ujarnya.

Teguh mengatakan, setelah dirilis 23 Juli mendatang, kepaniteaan MK akan menyampaikan surat kepada KPU RI bahwa permohonan PHP yang diajukan. Lalu dengan dasar surat inilah, KPU akan menyampaikan dan meneruskan kepada 31 KPU provinsi dan 154 KPU/KIP kabupaten dan kota.

“Satuan kerja (satker)  yang tidak ada permohonan PHP ke MK, dapat menetapkan paslon terpilih. Nah untuk Pilkada Tarakan ini tidak ada permohonan PHP ke MK, kemungkinan setelah 23 Juli baru kita tetapkan paslon terpilih,” ujarnya.

Baca: Tiket Pesawat Tujuan Balikpapan Mahal, Siswa SMA Ini Pilih Menunggu di Jakarta

Meskipun Pilkada Tarakan tidak ada permohonan PHP, kata Teguh, pihaknya tetap menunggu bukti resmi dari MK.

“Kita tetap menunggu mekanisme dari MK. Apabila tidak ada perubahan rilis 23 Juli, berarti penetapan paslon terpilih dapat dilakukan paling cepat tiga hari setelah dirilis,” katanya.

Seperti diketahui, KPU Tarakan 4 Juli lalu, telah melakukan penetapan perolehan suara terbanyak. Dalam penetapan ini paslon nomor urut 2 Khairul-Effendhi Djuprianto mendapatkan suara paling terbanyak, lalu paslon nomor urut 1, Umi Suhartini-Mahruddin Mado, disusul nomor urut 4 Sofian Raga-Sabar Santuso dan terakhir nomor urut 2 Badrun-Ince Rivai.           

Penulis: Junisah
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved