Penumpang Keluhkan Mahalnya Tiket Pesawat, Surabaya-Balikpapan Tembus Rp 3 Juta

Libur Lebaran Idul Fitri yang diikuti libur sekolah hingga minggu kedua Juli ini membuat harga tiket pesawat tujuan Balikpapan melonjak

Penumpang Keluhkan Mahalnya Tiket Pesawat, Surabaya-Balikpapan Tembus Rp 3 Juta
TRIBUN KALTIM / BUDI SUSILO
Penumpang saat melakukan check in di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Kota Balikpapan, Provinsi Kaltim. 

"Ya terpaksalah saya beli saja kena harga satu juta enam ratus. Saya anggap murah daripada kena harga dua juta," kata Fathur, yang hobi membaca buku sosial politik dan hukum ini. Seharusnya harga tiket pesawat itu untuk ukuran Jawa ke Kalimantan paling termahal Rp 800 ribu.

"Saya dapat tiket masih mahal sudah begitu kena delay selama 3 jam. Naik pesawat kelas ekonomi, kena delay diganti hanya makan saja harga tiket kena mahal," ungkapnya.

Baca: Investor Saham ELTY Mengadu ke OJK

Fathur sendiri tidak bisa mengetahui penyebab harga tiket pesawat dari luar Balikpapan yang dianggap mahal Dirinya tidak tahu ingin protes kemana.

"Saya beli tiketnya secara online mau tanya-tanya juga susah. Kenapa tiketnya mahal? Saya hanya bisa pasrah daripada saya tidak bisa terbang. Kan mau kerja di Balikpapan. Tidak enak kalau minta libur terus," tegasnya.

Pengelola Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, menganalisis, fenomena mahalnya harga tiket pesawat dari luar Balikpapan. Menurut Handy Heryudhitiawan, General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara SAMS Sepinggan menyatakan, musim liburan masih terasa walaupun arus balik Lebaran sudah berakhir.

Dikemukakan, liburan sekolah masih berlangsung beberapa hari ke depan, hal ini membuat permintaan penerbangan mengalami lonjakan. Beberapa hari yang lalu saat musim mudik libur lebaran banyak yang terbang keluar Balikpapan.

Baca: Prancis Lolos ke Final Piala Dunia, Deschamps Mengejar Sejarah

"Pergi pulang kampung atau berlibur kini penumpang yang akan kembali pulang merasakan harga tiket mahal," ujarnya pada Rabu (11/7).

Berbicara harga tentu harus melihat mekanisme pasar perdagangan. Jika permintaannya tinggi bisa dipastikan harganya pun tinggi. Sebaliknya kalau pasarannya sedang lesu atau rendah pasti harga tiket ikut turun ke harga murah meriah. (*)

Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help