Pertamina Genjot Produksi Blok Mahakam

Ini karena target produksi Blok Mahakam tahun ini lebih tinggi dari proyeksi produksi secara teknis.

Pertamina Genjot Produksi Blok Mahakam
ISTIMEWA
Penampakan Rig Tasha yang sudah beroperasi di Blok Mahakam. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat hingga semester I 2018 produksi Blok Mahakam belum mencapai target.

Hitungan SKK Migas, lifting minyak Blok Mahakam hingga semester I 2018 hanya sebesar 46.376 barrel of oil per day (bopd).

Padahal target lifting minyak di APBN 2018 sebesar 48.271 bopd . Sementara lifting gas per 31 Juni 2018 hanya mencapai 916 juta kaki kubik per hari (mmscfd) atau 83,3 persen dari target 1.100 mmscfd.

Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam mengatakan, lifting migas Blok Mahakam memang masih di bawah target.

Ini lantaran fase penurunan produksi (decline) yang terus berlanjut. "Ini kan fasenya decline terus. Ini kami buat program untuk mengurangi penurunan produksi,"kata Alam, Rabu (11/7).

Sayangnya, upaya Pertamina mengurangi laju penurunan produksi tersebut menghadapi kendala. Alam menuturkan, kendala tersebut sampai membuat Pertamina mematikan sumur-sumur migas yang ada.

"Isunya kemarin pas kami melakukan pengeboran, beberapa sumur harus dimatikan karena sumurnya menyambung dan ada masalah safety. Nah, ini kami lagi juga sambil evaluasi. Apakah semua harus dimatikan, parsial saja bisa tidak, jadi tidak mengganggu produksi," ungkap Alam.

Di sisi lain, Alam mengatakan, target produksi Blok Mahakam yang ditetapkan pemerintah dan Pertamina pada tahun ini memang lebih tinggi daripada target yang ditetapkan oleh operator sebelumnya yaitu Total EP Indonesie.

Ini karena target produksi Blok Mahakam tahun ini lebih tinggi dari proyeksi produksi secara teknis.

"Kalau kami bicara kemampuan reservoir secara teknik segala macam itu seharusnya tidak setinggi itu. Tapi minta ke kawan-kawan (anak usaha) bisa perform lebih tinggi. Kalau misal target anak usaha belum terlalu mencapai target, saya sih tidak terlalu terkejut, itu terus harus jadi pemacu mereka," kata Alam.

Alam pun menyebut Pertamina akan terus berusaha meningkatkan produksi Blok Mahakam hingga mencapai target di akhir tahun 2018. Alam cukup optimistis produksi gas Blok Mahakam bisa di atas 1.000 mmscfd. "Kami usahakan, kami masih ada waktu," ujarnya.

Dalam sisa waktu yang hanya tinggal enam bulan lagi ini, Alam menambahkan, Pertamina akan berusaha melakukan pengeboran sumur di Blok Mahakam. Diharapkan kegiatan pengeboran ini bisa meningkatkan produksi blok migas yang ada di Kalimantan Timur tersebut. (*)

Artikel ini sudah tayang di kontan.co.id dengan judul Pertamina masih yakin Blok Mahakam capai target produksi di akhir tahun

Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved