Piala Dunia 2018

Prancis Lolos ke Final Piala Dunia, Deschamps Mengejar Sejarah

ERIC Cantona pernah menyebutnya sebagai 'water carrier'. Awalnya, Cantona dianggap mengejek atau melempar perang urat saraf

Prancis Lolos ke Final Piala Dunia, Deschamps Mengejar Sejarah
Daily Express
Didier Deschamps pelatih Timnas Perancis Tak Jamin Turunkan Olivier Giroud saat laga Perancis vs Peru di Piala Dunia 2018 

TRIBUNKALTIM.CO - ERIC Cantona pernah menyebutnya sebagai 'water carrier'. Awalnya, Cantona dianggap mengejek atau melempar perang urat saraf ketika memberi label demikian kepada Didier Deschamps. Padahal tidak demikian. Cantona justru memberikan pujian sekaligus penggambaran akurat akan kelebihan kompatriotnya itu.

Istilah 'water carrier' jika diartikan ke bahasa Indonesia memang identik dengan kekokohan dan kekuatan fisik: 'gelandang pengangkut air'. Namun, arti sesungguhnya tidak demikian. 'Water carrier' adalah gelandang yang memberikan seluruh kemampuannya untuk tim, bukan sekadar jadi petarung.

Deschamps memang bukan gelandang dengan teknik canggih. Dia bukan Zinedine Zidane ataupun Youri Djorkaeff, para genius yang segenerasi dengannya. Namun, ia tetap penting. Sebagai pemain, dialah yang merebut bola lalu 'mengalirkannya' ke gelandang-gelandang kreatif. Dialah yang membawakan air untuk para genius semodel Zidane atau Djorkaeff.

Baca: Ketemu Mahasiswa Balikpapan, Tiga Pilot Nonton Piala Dunia Modal Rp 14 Juta

Sebagai gelandang bertahan, Deschamps punya kejelian. Penempatan posisinya untuk menghentikan serangan lawan apik, kemampuannya merebut bola pun mumpuni. Maka, cocoklah penggambaran Cantona itu.

Kini, si pengangkut air itu sukses melangkah ke final Piala Dunia keduanya -baik sebagai pemain maupun pelatih. Kemenangan 1-0 atas Belgia di Stadion St. Petersburg, Rabu (11/7) dini hari membawa Prancis ke final Piala Dunia ketiga mereka. "Saya di sini untuk menuliskan halaman baru dalam sejarah, halaman yang paling indah," kata Deschamps seperti dilansir The Guardian.

Kemenangan atas Belgia ini semakin mengukuhkan kedudukan Prancis sebagai tim kelas atas dalam percaturan sepak bola dunia. Meski selalu tak diunggulkan di posisi paling atas dalam tiap edisi Piala Dunia, tapi mereka membuktikannya dengan hasil. Hanya Les Bleus yang mampu mencapai babak final sebanyak tiga kali dalam dua dekade terakhir.

Dari capaian tersebut, sekali tim Ayam Jantan menjadi juara (1998) dan sekali runner-up (2006). Kini, Hugo Lloris dkk. tengah menunggu siapa lawan mereka di partai puncak, antara Inggris atau Kroasia. Dua tim itu baru berlaga pada Kamis (12/7) dini hari.

Baca: Kalah Gara-gara Kesalahan Sendiri, Pelatih Borneo FC Berang

Deschamps sendiri tampil sebagai pemain, dan bahkan menjadi kapten di final pertama pada tahun 1998, dengan Prancis keluar sebagai pemenangnya. Namun ketika Les Bleus tampil lagi di final pada 2006 -dan menelan kekalahan dari Italia-ia sudah pensiun dan baru menjajaki karier sebagai pelatih.

Deschamps sendiri baru mulai menangani Prancis sejak Agustus 2012. Ia ditunjuk menggantikan Laurent Blanc yang hanya mampu membawa Prancis hingga ke babak perempat final Euro 2012.

Sejak ia menjadi pelatih, Prancis pun mulai berkembang. Sebelum final Piala Dunia 2018, Deschamps juga berhasil membawa Les Bleus ke partai puncak Piala Eropa 2016--akhirnya dikalahkan Portugal 0-1.

Atas semua pencapaian itu, Deschamps memuji kekuatan mental anak asuhnya, terutama para pemain muda dalam skuatnya. "Kami memiliki pemain-pemain muda. Sebanyak 14 pemain, belum pernah bermain di Piala Dunia. Namun, mereka menunjukkan progres luar biasa. Hari ini, para pemain terlihat mengagumkan," kata Deschamps seperti dikutip dari Fourfourtwo.

Baca: Highlight Perancis vs Belgia, Gol Semata Wayang Umtiti Antar Les Bleus ke Final Piala Dunia 2018

Bila di final nanti Prancis menjadi juara, bukan hanya ada tambahan trofi di lemari prestasi FFF--PSSI-nya Prancis. Deschamps juga bakal masuk dalam sejarah sepak bola dunia sebagai orang yang bisa mengangkat Piala Dunia sebagai pemain dan pelatih. Sejauh ini, baru Mario Zagallo (Brasil) dan Franz Beckenbauer (Jerman) yang bisa melakukannya.

Namun andai pun nanti kalah, Deschamps tetap akan masuk dalam buku sejarah sepak bola Prancis. Karena saat ini ia sudah tercatat sebagai pelatih yang mampu mencapai babak final di dua turnamen besar, Piala Dunia dan Piala Eropa. (tribunnews/dod)

Editor: Sumarsono
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help