Putusan Kasus Pembunuhan Orang Utan Dianggap Terlalu Ringan, COP Khawatir Tak Ada Efek Jera

Namun, hasil vonis yang diberikan Pengadilan Negeri Sangatta, dianggap sangat ringan dan dikhawatirkan tak menimbulkan efek jera pada pelaku.

Putusan Kasus Pembunuhan Orang Utan Dianggap Terlalu Ringan, COP Khawatir Tak Ada Efek Jera
TRIBUN KALTIM / MARGARET SARITA
Polres Kutim saat merilis empat tersangka kasus pembunuhan orang utan 

Laporan Wartawan TribunKaltim.co, Margaret Sarita

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Masih ingat dengan kasus pembunuhan orang utan di Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Kutai Timur beberapa waktu lalu?

Saat itu tim forensik menemukan 130 peluru bersarang di tubuh orang utan yang tewas di tepi sungai di area Taman Nasional Kutai (TNK).

Kasusnya kini sudah mencapai puncak peradilan. Empat terdakwa, yakni, Andi, Rustan, Muis dan Nasir dinyatakan bersalah secara sah menurut hukum sebagaimana pasal 21 ayat 2 dan pasal 40 ayat 2 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya. 

Majelis hakim PN Sangatta menjatuhkan vonis pidana kurungan selama tujuh bulan dan denda sebesar Rp 50 juta subsider dua bulan kurungan, Selasa (3/7/2018).

Terhadap putusan tersebut, Manager Perlindungan Habitat Centre of Orangutan (COP), Ramadhani mengatakan terima kasih atas kerja cepat tim kepolisian yang bisa mengungkap kasus tersebut dalam waktu singkat.

Namun, hasil vonis yang diberikan Pengadilan Negeri Sangatta, dianggap sangat ringan dan dikhawatirkan tak menimbulkan efek jera pada pelaku.

Baca juga:

Disebut sebagai Pengganti Cristiano Ronaldo, Begini Respon Kylian Mbappe

Putrinya Tak Lolos Sekolah Negeri, Kang Emil: Zara Kini Bahagia dan Gembira di SMP Swasta

Halaman
12
Penulis: Margaret Sarita
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved