Tanpa Peran Presiden, Mobil Listrik di Indonesia Tidak Akan Terwujud

Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian sedang menyiapkan aturan untuk mengembangkan program mobil listrik di Indonesia.

Tanpa Peran Presiden, Mobil Listrik di Indonesia Tidak Akan Terwujud
Life - 108Jakarta
Test drive yang dilakukan Jokowi 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian sedang menyiapkan aturan untuk mengembangkan program mobil listrik di Indonesia.

Regulasi tersebut diharapkan bisa keluar tahun ini, sehingga para produsen dapat langsung memasarkan.

Sebelum masuk ke tahap itu, menurut Faisal Basri sebagai ekonom sekaligus politukus bahwa sebetulnya yang harus mengatur itu bukan dari Kementerian Perindustrian, Menteri ESDM, atau Komosi Pemberantasan Korupsi (KPK), tetapi orang nomer satu langsung, yaitu presiden.

Jokowi jajal mobil listrik karya anak bangsa
Jokowi jajal mobil listrik karya anak bangsa (Banjarmasin Post - Tribunnews.com)

Baca: Studi Ungkap 75.000 Tenaga Kerja Terancam PHK Akibat Revolusi Mobil Listrik

Baca: Callind Aplikasi Karya Anak Bangsa yang Lebih Keren Ketimbang WhatsApp

Baca: Film Lokal Bertajuk Turah Masuk Seleksi Oscar 2018, Inilah 5 Fakta Tentang Karya Anak Bangsa Ini

"Jadi kondekturnya itu Presiden (Joko Widodo), jangan Menperin, ESDM, atau KPK yang mengurus mobil listrik.

Apalagi KPK, mengurus korupsi saja sudah susah, apalagi mobil listrik," kata Faisal di Kantor Pusat PLN di Jakarta, Selasa (10/7/2018).

Faisal mengatakan, apabila presiden tidak berperan maka mobil listrik tidak akan berkembang di Indonesia.

Dia juga menyarankan bahwa para produsen otomotif hingga kementerian terkait harus segera bertemu dengan presiden.

Jokowi test drive mobil listrik karya Ezzy
Jokowi test drive mobil listrik karya Ezzy (YouTube)

Baca: Patut Diacungi Jempol Nih, KPC Sulap Mobil Tak Terpakai jadi Mobil Listrik

Baca: Keren, Inilah Sepeda Listrik Mirip Harley Davidson Karya Anak Bangsa

Baca: Berkebaya, Penghargaan pada Karya Anak Bangsa

"Jadi untuk cepat, kalau tidak maka tidak akan berjalan sama sekali program mobil listrik di Indonesia ini," kata Faisal.

Sementara itu, berdasarkan road map industri otomotif terbaru yang sudah disusun Kementerian Perindustrian, pada 2025 sekitar 20 persen dari seluruh produksi mobil di Indonesia merupakan bagian dari program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV).

Selain Kementerian Perindustrian, instansi terkait lain yang ikut berperan dalam perencanaan Perpres, yaitu KPK, Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, hingga LHK.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jokowi Harus Berperan Dalam Pengembangan Mobil Listrik", https://otomotif.kompas.com/read/2018/07/10/122303015/jokowi-harus-berperan-dalam-pengembangan-mobil-listrik.
Penulis : Aditya Maulana
Editor : Agung Kurniawan

Editor: Priyo Suwarno
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help