Belum Dikubur, Mayat Mr X yang Ditemukan di Nenang PPU Terpaksa Diformalin

Polres Penajam Paser Utara (PPU) belum memutuskan untuk menguburkan mayat laki-laki tanpa identitas

Belum Dikubur, Mayat Mr X yang Ditemukan di Nenang PPU Terpaksa Diformalin
TRIBUN KALTIM / SAMIR
Sesosok mayat laki-laki ditemukan tewas di salah satu pinggir tambak warga di RT 06, Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) sekitar pukul 18.30 Wita, Selasa (10/7/2018). 

TRIBUNKALTIM.CO - Polres Penajam Paser Utara (PPU) belum memutuskan untuk menguburkan mayat laki-laki tanpa identitas, karena sampai sekarang masih berupaya mencari keluarga korban.

Ditemui usai menghadiri rapat paripurna DPRD PPU, Kamis (12/7/2018), Kapolres AKBP Sabil Umar menjelaskan, polisi sudah menyebar foto melalui Babimkabtimas untuk mencari keluarga korban.

Namun sampai sekarang belum ada kabar mengenai keluarga mr X tersebut.

Baca: Puncak HANI 2018, BNNK Samarinda Beri 6 Penghargaan, 2 Diantaranya Insan Pers

Sabil mengatakan, untuk sementara mayat laki-laki tersebut masih tersimpan di ruang mayat RSUD PPU. Namun yang menjadi kendala karena RSUD belum memiliki penyimpanan mayat.

"Kami terpaksa suntik formalin mayat tersebut agar tetap bisa awet. Karena kalau tidak begitu nanti bau karena saat ini sudah mulai membusuk. Tapi dua hari belum ada kabar keluarga, kami akan kubur, " katanya.

Sebelumnya, sesosok mayat laki-laki ditemukan tewas di salah satu pinggir tambak warga di RT 06, Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Selasa (10/7/2018) sekitar pukul 18.30 Wita.

Sampai pukul 21.30 mayat yang mengenakan seragam sepakbola ini belum dievakuasi.

Menurut pantauan Tribnkaltim.co di lokasi kejadian, untuk sampai di lokasi harus melewati empang. Kondisi mayat sendiri dalam kondisi terlentang dengan tangan kiri di atas jidat sementara tangan kanan dikepalkan.

Bukan hanya itu, jarak 5 meter dari mayat tersebut juga ditemukan uang ratusan ribu yang berserakan di pinggir empang dan sarung.

Baca: Gerombolan Pemuda Rampok Toko Apple, 26 Gadget Senilai Rp 390 Juta Raib dalam 30 Detik!

Menuriut saksi mata, Aco, mengaku pada awalnya mengira bila orang tua tersebut sedang tidur. "Jadi saya sempat tegur. Eehh kenapa tidur di sini pak. Tapi tak ada jawaban. Makanya saya panggil teman, " ujarnya.

Anto bersama Taufik kemudian memeriksa korban dan ternyata sudah meninggal. Setelah itu, ia kemudian melaporkan kepada Ketua RT 06.

Ketua RT 06 Marhur mengaku setelah mendapat aporan kemudian memeriksa korban dan telah meninggal dunia. Ia mengaku tidak memgenal korban dan bukan warganya.

Kapolres AKBP Sabil Umar langsung meninjau TKP untuk melihat langsung korban tersebut. Rencananya korban akan dibawa ke RSUD PPU untuk dilakukan visum guna mengetahui penyebab kematian yang bersangkutan.

Penulis: Samir
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help